Ketua DPK-ARM Banyuwangi Desak Pemerintah Tutup Warung Panjang ‘Prostitusi’

Banyuwangi, Berita TKP.Com – Kasus tertangkapnya dua pelaku eksploitasi anak dibawah umur oleh  jajaran Polsek Kalipuro, Banyuwangi menuai respons positif dari Dewan Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin (DPK-ARM) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Melalui ketuanya, M. Helmi Rosyadi, Ormas yang selama ini getol mensikapi persoalan-persoalan, mendesak tempat pelacuran (prostitusi) berkedok warung kopi/cafe yang menjual miras di warung Panjang Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro agar ditutup. Selain lokasi tersebut bertempat dilahan milik PT KAI yang notabene milik negara, ternyata selama ini disalahgunakan sebagai prostitusi terselubung.

“Warung atau cafe yang menjual miras dan menyediakan wanita berpakaian minim untuk menemani tamu tersebut tidak berijin,” sergahnya.

Untuk itu, Helmi Rosyadi mendesak kepada Pemerintah Desa Ketapang, Camat Kalipuro, Kepala Satpol PP & Polres Banyuwangi agar segera menutup usaha ilegal tersebut.

“Apabila tidak ada penertiban maupun penindakan berupa penutupab, kami duga tempat usaha itu dibekingi aparat. mengingat tempat tersebut persis berada didepan Kantor KP3,” tegas aktivis asal Kelurahan Penganjuran Banyuwangi ini.

Baca Juga :  Petugas Gabungan Lakukan Razia di Tretes, Jaring Belasan PSK

Selain itu, DPK-ARM Kabupaten Banyuwangi juga mendesak kepada BUMN seperti PT. Pelindo, PT. Pusri, PT. KAI, PT. Pertamina, PT. Semen Gresik, PT. ASDP untuk peduli kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Selama ini BUMN mempunyai kewajiban mengalokasikan 3 persen laba perusahaan nya untuk memberikan Corporated Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) untuk masyarakat dan lingkungan sekitar,” beber Helmi.

Untuk itu, lanjut Helmi, jangan menyalahkan siapapun jika ada anak perempuan dari keluarga miskin yg terjebak dlm prostitusi/pelacuran.

“Karena anak kandung kemiskinan adalah kriminalitas dan prostitusi,” pungkas Helmi. (Aji)

print
(Visited 46 times, 1 visits today)

Shortlink: