Pejabat DP3 Sidoarjo Ditahan Kejari Atas Dugaan Korupsi

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – Lukman Saleh, pejabat teknis pengadaan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DP3) Kabupaten Sidoarjo ditahan oleh penyidik Pidsus Kejari Sidoarjo hal itu dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan sekitar 5 jam oleh petugas.

Tak hanya itu selain status tersangka yang disandangkan kepada Lukman yang juga sebagai Kasubag Perencanaan DP3 ia juga ditahan di Lembaga Pemasyarakatan klas IIA Sidoarjo, menurut informasi Lukman telah melakukan tindak pidana korupsi paket proyek jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) dan jaringan irigasi desa (JIDes) APBN 2015 senilai Rp 16,8 Miliar.

Atas perbuatannya pihak penyidik Pidsus Kejari Sidoarjo akan menjerat tersangka Lukman Soleh dengan pasal 2 dan 3 serta pasal 11 dan 12 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tipikor. Selain itu juga dijerat pasal 55 KUHP.

Penahanan terhadap tersangka ini karena dia sebagai pejabat teknis pengadaan dan bertanggungjawab atas pemecahan 63 paket proyek yang dilankukan dengan cara penunjukan langsung (PL), yang dibagikan kepada sekitar 30 rekanan, Dalam pelaksanaannya tersangka telah melanggar Perpres no 54 yang mengatur tentang pengadaan barang dan jasa. Atas perbuatan ini, negara dirugikan senilai Rp 11 miliar.

Baca Juga :  Petugas Lapas yang Tersangkut Narkoba Akan Disanksi

Dalam praktek pengerjaan, diduga bayak temuan kesalahan di lapangan. Mulai kualitas pekerjaan, spesifikasinya dan bahkan ada pekerjaan yang volumenya kurang salah satunya yakni pengurangan volume pekerjaan, dan juga ada paket pekerjaan yang tidak dikerjakan alias fiktif.

Kasi Pidus Kejari Sidoarjo Adi Harsanto menjelaskan bahwa , untuk kasus ini pihaknya akan terus melakukan pengembangan. Sejumlah temuan lain sudah dikantonginya. “Tidak menutup kemungkinan kita akan menambah jumlah tersangka, saat ini  kita sedang mengumpulkan  bukti untuk menjerat pelaku yang lain di DP3 maupun rekanan,” ujarnya.

Sementara itu Bambang penasihat hukum tersangka Lukman menyayangkan atas penahanan kliennya itu. Meski demikian, pihaknya akan mentaati proses yang berlaku. Saat ditanyakan tentang rencana praperadilan, Bambang menjawab belum ada rencana. “Belum, belum ada rencana melakukan pra peradilan,” katanya singkat. @nggit

print
(Visited 30 times, 1 visits today)

Shortlink: