Kejati Jatim Itung- itungan Soal Hukuman Mati

Surabaya, BeritaTKP.Com – Itung itungan soal hukuman penjara seumur hidup dari pada hukuman mati bagi pelaku pengedar narkoba di ungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Maruli Hutagalung.

Dalam ungkapanya ia menyebutkan bahwa Hukuman mati menyedot anggaran negara sekitar Rp 250 juta per orang, “Kalau hukuman seumur hidup, saya kira tidak (mahal), kan cukup makan saja disitu (penjara),” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Maruli Hutagalung.

Ia juga mengungkapkan anggaran untuk hukuman mati bagi narapidana membutuhkan biaya yang cukup besar. “Kalau hukuman mati, biasanya satu orang (anggarannya) bisa sampai Rp 250 juta. Besar itu,” ujanya.

Ia manambahkan bahwa seluruh biaya eksekusi mati ditanggung oleh negara melalui kejaksaan”Semuanya tanggungan kejaksaan. Pengamanannya, dan segala macamnya (ditanggung kejaksaan), jadi memang sangat besar,” katanya.

Bahka ia juga mencontohkan, jika satu terpidana mati membutuhkan anggara sekitar Rp 250 juta. Maka jika dikalikan 10 terpidana mati, akan menghabiskan anggaran negara sekitar Rp 2,5 miliar. “Jadi kalau dieksekusi 10 orang, sudah berapa uang negara yang harus keluar gara-gara dia (narapidana) juga,” terangnya, Ia menegaskan kembali, hukuman berat bagi pengedar narkoba adalah hukuman pidana penjara seumur hidup, “Saya kira yang pantas seumur hidup, dia menderita kan. Siapa tahu disitu (penjara) dia bisa bertobat,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Berharap Tetap Kelola Jembatan Timbang

Namun ungkapan tersebut menuai pantangan dari sejumlah netizen dimana lebih baik para pelaku kejahatan narkotika tersebut lebih baik dihukum mati, karena apabila di hukum penjara sama saja memakan biaya banyak salah satunya biaya makan dan operasional lainya.

“Kok ngomong masalah anggarannya. Yg utama itu hukuman sebagai efek jeranya. Mahal tidaknya eksekusi mati kan tergantung prosedur yg diada-adakan. Dipenggal kepalanya atau digantung saja biar murah,” ujar netizen dengan user name @bedu.dada.

“pola pikir yg aneh…Anggap biaya makan 3 kali sehari 60rb ,sebulan sudah 1,8 juta setaun 21 ,6 juta ..itu baru makan ..belum biaya lain2 baju ..biaya lapas ..hadeehh belum lagi klo dia main lagi ..hadehh..pak2 koq kaya gitu hitung2annya..resikonya lebih besar pak …”ujar nitizen dengan user name @yannida. @red

print
(Visited 16 times, 1 visits today)

Shortlink: