Merasa Tertipu Pembeli Unit Apartemen Royal Afatar Lapor ke Polda Jatim

Surabaya, BeritaTKP.Com – Pembeli unit apartemen tersebut merasa ditipu lantaran tak kunjung dibangun hingga akhirnya PT. Bumi Samudra Jedine selaku pengembang apartemen Royal Afatar dilaporkan ke Polda Jatim.

Seorang pembeli Apartemen Royal Afatar mendatangi Mapolda Jatim, pada hari Rabu 4/10/2017, Dedy Setio seorang pembeli Apartemen Royal Afatar dan Didampingi tiga penasehat hukumnya Kedatanganya tersebut untuk melaporkan PT Bumi Samudra Jedine selaku pengembang proyek apartemen.

Dedy Setio mengatakan, bahwa ia  awalnya membeli apartemen Royal Afatar itu karena salah satu bagian pemasaran apartemen sudah ia kenal. Kemudian, bagian pemasaran ini mengatakan jika apartemen Royal Afatar ini mempunyai prospek bagus kedepannya. Tertarik dengan bujuk rayu bagian pemasaran apartemen, Dedy akhirnya memutuskan untuk membeli. Oleh bagian pemasaran apartemen, Dedy kemudian dipilihkan tower K.

Salah satu penasehat hukum Dedy Setio, Dian Purnama Anugerah dari Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum (UKBH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengatakan selain mengadukan PT. Bumi Samudera Jedine yang tidak melakukan pembangunan, Dedy juga mengadukan tentang sikap developer yang tidak merespon pengaduannya hingga berbuah somasi. Ironisnya, somasi yang dilayangkan Dedy ini pun tidak mendapat tanggapan baik dari pihak developer.

Pengaduan ke polisi ini berawal dari keinginan Dedy membeli satu unit apartemen di Royal Afatar. Untuk memiliki apartemen tersebut, Dedy kemudian diwajibkan melaksanakan beberapa kewajiban, mulai dari pembayaran uang muka atau DP dan membayar angsuran atau cicilan. “Sejak tahun 2014, klien kami sudah memenuhi semua kewajibannya jika ingin membeli unit apartemen Royal Afatar. Kewajiban yang sudah dibayarkan tersebut seperti DP atau uang muka dan angsuran pembelian apartemen Besarnya DP yang sudah dibayarkan ke pihak developer, sebesar Rp. 10 juta, “ ungkap Dian.

Baca Juga :  Ratusan Warga Tuntut Penutupan Pabrik Limbah B3

Selain itu, selaku konsumen, Dedy juga sudah membayarkan angsuran sebanyak 27 kali atau selama hampir 3 tahun, dengan jumlah cicilan per bulan sebesar Rp. 10,5 juta. Jika ditotal keseluruhan, uang Dedy yang sudah diterima pihak developer mencapai Rp. 290,5 juta sedangkan harga apartemen itu sebesar Rp. 500 juta.“Apa yang sudah dilakukan PT. Bumi Samudera Jedine ini, sudah melanggar pasal 42 dan pasal 43 UU No. 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun. Di pasal itu disebutkan, sebelum menawarkan unit apartemen, harus ada keterbangunan minimal 20 persen, baru pihak developer boleh memasarkan unit apartemennya ke konsumen. Jadi PT. Bumi Samudera Jedine sudah jelas melanggar UU tentang Rumah Susun, “ujarnya.

Dan dengan kedatangan mereka ke Mapolda Jatim ini, kliennya berharap pihak Kepolisian peduli dengan apa yang terjadi pada dirinya dan segera melakukan penyelidikan. Selain itu, Dedy juga berharap pihak kepolisian dapat bertindak cepat sebab ada informasi yang menyebutkan PT. Bumi Samudera Jedine sedang mengajukan permohonan pailit ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Jika permohonan pailit itu dikabulkan hakim PN Surabaya, maka pembeli-pembeli yang jumlahnya mencapai ratusan tersebut akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak tahu mau minta pertanggungjawaban ke siapa. Hal lain yang ingin disampaikan Dedy ke kepolisian ini terkait banyaknya pembeli yang menjadi korban dan mengalami nasib yang sama dengan dirinya. Untuk pengaduan ke YLKI saja sudah ada 15 orang. @red

Baca Juga :  Satpol PP Banyuwangi Segel Tower Smartfrend Tak Berijin Di Desa Genteng Kulon

print

Incoming search terms:

  • royal afatar mangkrak
  • apartemen royal afatar surabaya mangkrak
  • berita royal afatar
  • penipuan apartemen royal avatar
  • pt bumi samudra jedine
(Visited 4,342 times, 3 visits today)

Shortlink: