Gandrung Sewu Jadi Ikon Pariwisata Banyuwangi

Banyuwangi, BeritaTKP.Com – Seperti tahun-tahun lalu, Festival Gandrung Sewu tahun ini yang mengambil tema ‘Kembang Pepe’, selalu dipenuhi ribuan penonton. Baik dari wilayah Kabupaten Banyuwangi maupun luar daerah, bahkan banyak turis mancanegara pula.

Gandrung Sewu yang kini telah menjadi ikon pariwisata Banyuwangi, menampilkan tari kolosal ditepi Pantai Boom membuat takjub ribuan pasang mata penonton. Tarian putra-putri Banyuwangi ini bahkan menjadi salah satu event budaya daerah yang paling ditunggu-tunggu oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Menurut Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, awalnya Gandrung Sewu digelar untuk mengenalkan kemegahan budaya Banyuwangi ke khalayak luas. Namun kini justeru menjelma menjadi salah satu ikon pariwisata favorit Banyuwangi yang sangat dinanti oleh semua orang.

“Bersyukur sekali, karena Gandrung Sewu kini menjadi event yang selalu dinanti-nantikan oleh semua kalangan,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas, Minggu (8/10/17).

Kendati pergelaran Gabdrung Sewu dimulai pukul 16.00 WIB, namun sudah sejak siang penonton memadati Pantai Boom Banyuwangi.

Yang istimewa, Gandrung Sewu tahun ini dihadiri istri Presiden ke-empat RI KH. Abdurrahman Wahid, yaitu Sinta Nuriyah Wahid.

Baca Juga :  Jaringan 4G Telkomsel Mulai Masuk di Kaki Semeru

Dalam deretan tamu, tampak ada artis Feny Rose dan Denada Tambunan, yang khusus datang untuk menyaksikan Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi.

Dikatakan Anas, Gandrung Sewu selama ini memperkuat posisi Banyuwangi dalam peta persaingan pariwisata di Indonesia. Pantai menjadi salah satu destinasi wisata alam andalan di Banyuwangi.

“Lewat event ini, kami menjual event budaya sekaligus destinasi alam. Gandrung Sewu terbukti telah menjadi daya tarik pariwisata Banyuwangi,” ungkap Bupati asal Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi ini.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY. Bramuda mengatakan, Gandrung Sewu dipersiapkan sejak 1,5 bulan lalu mulai dari proses seleksi hingga pelaksanaan.

“Kalau dulu kami yang mencari peserta, kini peserta yang datang pada kami. Saat seleksi saja terdapat 3000 lebih siswa yang mengikuti,” paparnya. (Aji)

print
(Visited 17 times, 1 visits today)

Shortlink: