Tradisi Kurasan Madiun Umbul Square

Nganjuk, BeritaTKP.Com – Tahun Baru Hijriah atau yang biasa disebut bulan Suro menurut tradisi Jawa menjadi moment tersendiri untuk warga sekitar tempat wisata Umbul Square Madiun. Setiap bulan Suro tempat wisata Umbul Square menggelar tradisi kurasan yang di ikuti oleh ribuan warga Madiun.

Menurut Afri Handoko, Direktur Umbul Square Madiun ke awak media Berita TKP, acara inti Ruwat Sengkolo Bumi Projo adalah menguras sendang air belerang. Dimana sendang ini merupakan satu-satunya sumber air belerang yang berada di dataran rendah yang dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit. Selanjutnya melakukan doa bersama di situs peninggalan kerajaan Majapahit.

Tradisi ini sudah turun temurun sejak dahulu dan bertujuan mendapat berkah di bulan suro atau tahun baru Islam, juga sebagai icon tahunan di lokasi wisata Umbul Square sehingga dapat menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Sebagai Direktur Umbul Square Bp. M.Afri Handoko menambahkan ke awak media Berita TKP bahwa bersama team mereka selalu berbenah dan berusaha agar Umbul Square nantinya tak hanya sebagai tempat rekreasi. Tapi mempunyai multi fungsi. Yakni tempat rekreasi, edukasi dan konservasi pelestarian hewan yang menjadi koleksi Madiun Umbul Square.

Selain itu Umbul Square bisa di kenal secara luas serta menjadi tempat tujuan utama wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Baca Juga :  Komisi A DPRD Jatim Rekomendasikan 7 Nama Calon KPID

Dengan melibatkan warga dan pemerintah desa setempat, pelajar, dan beberapa instansi acara kurasan ini berlangsung sukses dan lancar. Sudah menjadi destynasi budaya warga desa Umbul bersama-sama lakukan tradisi kurasan ini.

Seperti halnya SDN Mlilir 01 Kecamatan Delopo Kabupaten Madiun menampilkan kesenian Karawitan yang dimainkan oleh siswa siswinya dan di kemas secara apik dan menambah moment kurasan ini jadi sakral dan lebih meriah.

Dengan melibatkan siswa siswi SD Negeri 01 Mlilir dengan tujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap kesenian dan budaya terhadap generasi muda agar kedepannya bisa melestarikan seni karawitan ini di kalangan generasi muda, supaya mereka tidak lupa dengan seni dan budaya.                            

 Sekilas sejarah Umbul Square Madiun :  

Umbul adalah nama salah satu dusun di Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.  Umbul berasal dari bahasa jawa  yang berarti muncul atau timbul. Mata air tersebut sejatinya adalah sumber air panas yang mengandung belerang yang gelembung-gelembungnya mumbul atau muncul ke permukaan dan tak pernah surut walaupun musim kemarau.

Menurut informasi Bp Imam (pembantu sesepuh Bp Mujiono) ada beberapa prasasty sebagai perlambang dalam bentuk patung sebagai bukti sejarah ;

  1. Patung Maeswari sebagai lambang kepemimpinan.
  2. Lembu Andini sebagai lambang Kemakmuran juga sebagai kendaraan Batoro Guru. 3. Miniatur rumah sebagai lambang Kesejahteraan.
  3. Jaleswara sebagai lambang saluran pengairan untuk mengaliri sawah agar ijo royo-royo loh jinawi.
  4. Umpak-umpak atau trap-trapan (jawa) sebagai lambang menuju kehidupan menjadi lebih baik.
Baca Juga :  Korupsi Sapi Bantuan Kementan Kejari Trenggalek Lakukan Sidik Kasus

(Hary)

print
(Visited 12 times, 1 visits today)

Shortlink: