PT. VOP Industri Tak Berijin Beroperasi Di Dalam Ruko

Surabaya, BeritaTKP.Com – Kegiatan dalam suatu Perusahaan yang menghasilkan produk suatu barang dengan notabene untuk diperdagangkan adalah Produsen , walaupun dalam skala kecil maupun besar namun ada ketentuan yang di atur oleh pemerintah baik daerah maupun pusat terkait perijinan serta persyaratan kelengkapan untuk mendirikan usaha sampai ke tingkat Produksi.

Kelengkapan serta syarat harus di penuhi oleh pengusaha sebagai legalitas hukum sebagai penunjang kelancaran produksi dan pemasaran produk sebagaimana di atur dalam UU maupun perda yang membantu meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dari ijin suatu usaha, semisal Surat ijin untuk Perusahaan, Tanda Daftar Produksi, Ijin Usaha Industri, Wajib Lapor Ketenagakerjaan, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, Surat ijin Edar, Ijin Domisili Perusahaan,  dan masih banyak lagi.

PT Visindo Opto Perdana, perusahaan yang bertempat di salah satu bangunan Ruko sekitar jl Dupak Surabaya itu sebagai salah satu perusahaan yang tidak sesuai dengan ijin usahanya. Sebab, surat ijin usaha yang dimiliki PT Visindo Opto Perdana hanya berupa SIUP Menengah KLU No 4643 untuk perdagangan, dan barang jasa dagangan utama kacamata dan peralatannya. Serta, di dalam surat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) tercantum jelas Kegiatan Usaha Pokok perdagangan besar alat forografi dan barang optik  KBLI no 46430. Namun kenyataannya, ditempat usaha PT tersebut yang bertempat di sebuah Ruko (rumah-toko) didalamnya terdapat kegiatan mesin produksi yang aktif beroperasi untuk menghasilkan lensa kacamata atau Optik, tak heran jika pengusaha lain yang sederetan dengan ruko tersebut merasa tak nyaman dalam menjalankan usahanya. ini jelas melanggar UU No 107 tahun 2015 tentang Ijin Usaha Industri serta Permendag No 8 tahun 2017. M-DAG/PER/2/2017 tentang Perubahan Penyelengaraan Pendaftaran Perusahaan (perubahan kedua).

Baca Juga :  Kepala Sekolah SDN Lasem Sidayu Gresik Hobi Tidurin Istri Orang

Saat dikoonfirmasi wartawan BeritaTKP, Rabu 20/09/2017 ditempat kerjanya terkait perijinan, Lina Maryani, ST sebagai orang kepercayaan juga sebagai perwakilan Perusahaan tersebut mengatakan,’’ ijin usaha ada mas, dan memang di lantai 3 ada mesin produksi untuk membuat lensa, dibagian produksi itu Pak Dadik sebagai kepalanya, namun beliau (dadik) saat ini masih di jakarta maka itu sementara ini mesin produksi tidak beroperasi. saya sendiri (lina) disini hanya sebagai perwakilan pimpinan saja, dan Bos kami ada di jakarta.’’ ucap Lina dengan lugu sambil menunjukkan beberapa surat izin perusahaan yang dimiliki dan memberikan arsip copy kepada awak media. Bahkan saat itu, Lina menjanjikan bahwa Bosnya akan datang ke Surabaya untuk menemui Tim BeritaTKP untuk klarifikasi.

Selasa 10/10/2017, Pelim Sumeirisia selaku Owner PT Visindo Opto Perdana bersama stafnya mengundang Tim BeritaTKP untuk bertemu di ruko tempat usahanya itu dalam hal klarifikasi terkait usahanya. Pelim menyangkal bahwa perusahaannya tidak memproduksi, ’’Perusahaan saya tidak memproduksi, sudah dua tahun saya mendirikan usaha ini, memang ada mesin namun untuk laboratorium dan bukan mesin untuk produksi,’’ jelasnya. Lantas, ketika di tanya tentang bahan baku setengah jadi yang di pasok untuk usahannya hingga menjadi lensa kaca mata, Pelim juga masih menepis bahwa itu bukan produksi melainkan proses lab maksudnya sebelum jadi lensa kaca mata harus di lab dulu untuk mengetahui kandungannya,’’ tepisan Pelim selaku Bos dan terdengar sangat beda dengan keterangan Lina sebagai orang kepercayaannya itu.

Ruko 4 lantai bukanlah tempat yang layak untuk Produksi apalagi bertanya tentang hasil produksinya terjamin atau telah layak, serta apakah semua hasil produksinya itu sudah terdaftar, bukankah kegiatan usaha yang demikian itu secara tidak langsung telah merugikan negara?? Dalam ketentuan Undang-undang atau Perwali yang mengatur untuk lokasi atau wilayah untuk industri kecil maupun menengah. Sedangkan, Ruko dalam komplek Dupak itu hanya untuk gudang dan perdagangan saja, jelas bertentangan dengan Perwali Kota Surabaya Nomor 35 tahun 2010 tentang Pelayanan Bidang Perdagangan dan Perindustrian. Serta, Perda Nomor 1 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Usaha Bidang Perdagangan dan Perindustrian. Kurangnya pengawasan dan pemantauan dari Dinas terkait menjadikan banyaknya rumah Industri yang tak sesuai dengan perijinannya maupun kelayakan lokasi sebagai Industri kecil maupun menengah, hingga berita ini diterbitkan maka pentinglah suatu tindakan tegas dari pihak berwenang terhadap pelaku usaha yang curang dalam menjalankan usahanya demi mengurangi jumlah kerugian negara dan meningkatkan pendapatan daerah maupun negara …Bersambung @Irul/Alim

print

Incoming search terms:

  • pt visin
  • pt visindo opto perdana
  • V O P surabaya
  • visindo op
(Visited 60 times, 1 visits today)

Shortlink: