Polisi Akan Panggil AA Atas Kasus Penggelapan Donasi

Ponorogo, BeritaTKP.Com – Kasus pencatutan nama wartawan tentang pemberian uang liputan korban kecelakaan terhadap Miftah setahun lalu berbuntut panjang. Tidak hanya mengatasnamakan uang liputan, terlapor AA diduga ngentit dan menggelapkan uang donasi untuk Miftah melalui grup Facebook Info Cegatan Wilayah Ponorogo (ICWP).

Penggalangan dana untuk korban kecelakaan Miftah setahun lalu muncul masalah karena mencatut nama wartawan. Pasalnya, setelah setahun ada tuduhan wartawan meminta dan menerima uang donasi.

Namun, dari puluhan wartawan di Ponorogo tidak ada yang meminta maupun menerima uang sepeser pun. Padahal, bapak korban, melalui ICWP (Info Cegatan Wilayah Ponorogo-red) mengatakan, bahwa sudah memberi uang per wartawan sebesar Rp 5 juta.”Pak Pujo mengatakan telah memberikan uang kepada wartawan. Uang tersebut diminta oleh koordinator penggalangan dana sosial berinisial AA,” kata lawyer wartawan Ponorogo, Ari Hersofiawanudin.

Dalm kasus ini setidaknya, ada uang senilai Rp 20 juta yang telah diberikan Pujo selaku ayah Miftah kepada AA untuk pengurusan sertifikat. Namun, kenyataannya, sertifikat rumah hingga kini belum jadi. “Memang awalnya tentang pencatutan nama wartawan, tentang permintaan uang peliputan. Ternyata tidak diberikan. Saat ini melebar ke yang lain,” kata kuasa hukum wartawan Ponorogo, Ari Hersofiawanudin.

Baca Juga :  Hati-Hati ! Petugas PLN Gadungan Ngecer Alat Penghemat Listrik Abal-Abal

Menurut pengakuan saksi, memang Pujo dimintai terlapor untuk pembayaran sertifikat. Parahnya, sertifikat tersebut tak jadi-jadi sampai ssekarang.Selain itu, lanjut dia, uang donasi untuk Miftah yang mencapai Rp 630 juta juga tinggal ratusan ribu. “Padahal, untuk pembuatan rumah hanya Rp 200 juta. Untuk kehidupan sehari-hari tak mungkin mencapai ratusan juta. Entah kemana,” katanya.

Selamjutnya Kasus penggelapan donasi untuk Miftah terus berlanjut. Beberapa saksi telah dipanggil oleh Unit 1, Sat Reskrim Polres Ponorogo.Mulai dari wartawan Ponorogo yang dicatut nama oleh terlapor AA, kemudian Pujo sebagai pemilik donasi Miftah, dan Annas Karunia Illahi sebagai saksi yang mengetahui aliran donasi. Juga beberapa saksi lain yang juga diduga mengetahui kasus tersebut.

Sementara, dalang utama atau yang terlapor AA juga akan dipanggil. “Dalam waktu dekat terlapor juga akan kami panggil ke Polres untuk dimintai keterangan,” Kata Kanit 1 Sat Reskrim Polres Ponorogo, Ipda Fahmi Noor Fadly, kepada beritajatim.com, Minggu (15/10/2017).

Ia mengaku, pemanggilan terlapor masih status saksi. Namun jika cukup bukti, tidak menutup kemungkinan status AA akan naik menjadi tersangka.”Semua perlu proses. Tidak bisa langsung jadi tersangka. Tapi kasus ini tidak akan berhenti begitu saja,” tegasnya. @heriB

Baca Juga :  Belasan Aktivis Protes Polres Sampang Atas Penanganan Tindak Korupsi

print
(Visited 19 times, 1 visits today)

Shortlink: