Tak Peduli Kerugian Negara, Pengusaha Rokok Ilegal Semakin Nekat

BeritaTKP.Com – Seorang Pengusaha Kaya asal Cina sebut saja Mr Tan yang merupakan seorang Pengusaha Rokok Filter Ilegal dengan Cukai abal-abal yang memiliki lebih dari 10 (sepuluh) Gudang untuk Memproduksi serta Menyimpan Rokok yang sudah siap edar. Beberapa Gudang diantaranya berada didaerah Kecamataan Pandaan Pasuruan.

Dalam hal ini Mr Tan memanipulasi Pita Cukai bukan tanpa alasan, Pengusaha Licik tersebut juga mendapatkan Perlindungan dari Oknum Polisi dari Polres Pasuruan hingga Perwira Polda Jatim, Oknum Pejabat Teras di Kantor Bea Cukai Pasuruan serta Preman yang telah mendapatkan Jatah atau Upeti darinya.

Hal tersebut dilakukan agar usaha haram itu bisa tetap berjalan Eksis dan jauh dari kejaran Media serta Aparat Penegak Hukum yang benar-benar Jujur dalam melaksanakan Tugasnya, menurut hasil investigasi menemukan fakta yang mengejutkan, Selama 3 (tiga) tahun beroperasi. Mr Tan telah merugikan negara hingga miliaran rupiah. Seperti yang dituturkan AGN yang merupakan Karyawan Mr Tan kepadfa kami. “Dari luar, gudang ini seperti Gudang Furniture atau mebel kayu biasa. Namun, Didalamnya dibuat untuk Memproduksi rokok polos dengan puluhan karyawan dan mesin pencetak rokok,” Ungkapnya.

Fakta lain Menurut AGN, dilihat secara kasat mata memang tidak ada pelanggaran yang dilakukan. Tetapi setelah dilihat dengan teliti, Pita Cukai yang digunakan untuk isi 12 dan 16 batang menggunakan isi 20 batang. , pita cukai yang dipakai merupakan pita “Spanyolan” alias separuh mencuri atau Palsu. “Bahkan sebagian gudang memproduksi Rokok dari limbah rokok terkenal yang didaur ulang, kemudian dipasarkan ke luar pulau dengan Merk BRAND JATI dan R. SEVEN,” pungkasnya.

Baca Juga :  Eko Warga Tambak Wedi Masjid 3 Tukang Tipu, Akan di Polisikan

Sepakat dengan AGN, Tompi (nama samaran) menjelaskan, saya hanya menjalankan perintah atasan untuk mengawasi dan menjaga gudang yang berisi mesin pencetak rokok dengan kapasitas besar serta mengkondisikan awak media, Oknum Polisi dan Oknum Bea Cukai jika datang kesini hanya saja memberikan sekedarnya saja untuk Uang Rokok dan Uang Makan. “Selain jaga gudang, saya dan istri juga membuat rokok dirumah untuk tambahan pemasukan,” ujarnya.

Hingga Tim Wartawan juga mendapatkan informasi dari salah satu pegawai Bea Cukai yang mengatakan, pengusaha biasanya sudah bekerja sama dengan orang dalam Bea Cukai yang semuanya dipegang penuh oleh Pimpinan Kantor Bea Cukai Pasuruan.

Bahkan saat Mr Tan ditemui Tim investigasi mengatakan, “sudah Mas, anda datang kesini baik-baik ya saya sambut baik juga, Semua intinya cari saudara dan cari makan. “Saya ini banyak kenalan orang penting Mas, mulai dari Krimsus Polda Jatim hingga Mabes Polri di Jakarta,” katanya.

Saat Tim Wartawan mencoba melakukan klarifikasi kepada Kapolres Pasuruan, sangat sulit untuk ditemui. Sehingga Tim memutuskan untuk menghubungi Kapolres melalui selulernya. AKBP Raydian Kokrosono menegaskan,”Apapun namanya pelanggaran hukum tetap akan kita tindak sesuai aturan yang berlaku, kalau itu terkait pelanggaran kepabeanan harus kita tindak,” Ucap Raydian Kokrosono. @red

print
(Visited 72 times, 1 visits today)

Shortlink: