Buka Jasa Threesome Dengan Istri, Oknum Satpol PP Surabaya Diamankan Polisi

Surabaya, BeritaTKP.Com – Perbuatan yang dilakukan oleh Ardhi Cahyo Sudarmo (30) sungguh mencemarkan nama baik citra Satpol PP kota surabaya, bagaimana tidak Satpol PP outsourcing itu harus berurusan dengan polisi karena telah tega menjual istrinya sendiri.

Ia menjual istrinya kepada pria lain melalui sarana media sosial. Ardhi menjual istrinya melalui akun facebooknya. Setelah tersambung dengan pria yang berminat, komunikasi selanjutnya beralih ke aplikasi percakapan.

“Unit PPA mengungkap kasus tindak pidana mencari keuntungan dari perbuatan cabul yang dilakukan oleh tersangka. Ini sudah berkali-kali dilakukan dan lebih ironis yang dijajakan adalah istrinya sendiri, Ini berhasil kami ungkap karena yang bersangkutan menjual istrinya melalui akun sosial media, dari situ kami melakukan penyelidikan dan berhasil diungkap. orang yang memesan menghubungi lewat kontak aplikasi percakapan kemudian terjadi transaksi” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela.

Tak hanya itu dalam hal ini Ardhi ikut terlibat dalam persetubuhan yang dilakukan oleh istri dan si pria pelanggan tersebut. Pelaku ikut terlibat dalam persetubuhan yang dilakukan oleh istri dan si pria pelanggan dan dalam kasus ini Tarifnya bervariasi antara Rp 250 Hingga 400 ribu rupiah.

Baca Juga :  Bocah 16 Tahun Di Tangkap Setelah Jambret Hp

Sementara itu Ardhi mengaku bahwa ia melakukan perbuatan bejatnya sudah sebanyak 5 kali. Dan itu dia lakukan tanpa memaksa istri, “Saya jual istri saya sudah lima kali dan tidak ada pemaksaan. Kalau istri saya mau ya saya mau, kalau dia nggak mau ya saya nggak mau,” ujarnya.

Satpol PP yang kini sudah dipecat itu mengaku motif perbuatannya adalah ekonomi. Hasil dari menjual istri digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, Adhi menjual istrinya sejak tahun 2015. Dan ia mulai menjajakan istrinya melalui akun facebook sejak September 2017.

Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto membenarkan mengenai penangkapan anggotanya tersebut. Namun setelah adanya penetapan tersangka, Ardhi sudah resmi diputus kontraknya sebagai tenaga outsourcing.”Yang bersangkutan langsung kami lakukan pemutusan kontrak. Yang perlu diketahui, kasus yang sedang ditangani Polrestabes tidak ada kaitannya dengan kedinasan. Itu urusan personal,” ujar Irvan.

Terkait dengan kejadian atau tindak pidana yang akhir-akhir ini banyak melibatkan anggota satpol PP, Irvan mengaku sudah melakukan tes psikologi ulang kepada semua anggota dan banpol (outsourcing). “Jika ada yang tidak lolos kami evaluasi kontraknya bagi yang banpol termasuk bagi anggota Satpol (PNS),” tandas Irvan. @red

print
(Visited 53 times, 1 visits today)

Shortlink: