Polres Pamekasan Bongkar Bisnis Sabu Kredit Jaminan STNK

Pamekasan, BeritaTKP.Com Petugas dari jajaran Polres Pamekasan berhasil membekuk Salah satu bandar narkoba inisial JMN (40) asal Desa Jambaringin, Kecamatan Proppo Tersangka yang juga daftar pencarian orang (DPO) sejak 2015 silam, ternyata memiliki cara tersendiri dalam menjajakan sabu jualannya kepada para pembeli.

Dalam menjalankan bisnisnya tersebut pembeli bisa mendapatkan narkoba golongan I jenis sabu dengan cara menyicil dengan sejumlah jaminan maksudnya untuk memaksimalkan transaksi, tersangka ini terbilang unik. Bagi calon pembeli yang belum bisa bayar cash (kontan) diberi kesempatan menyicil atau penangguhan pembayaran, asal ada jaminan STNK atau SIM calon pembeli.

Saat proses penggerebekan terhadap tersangka petugas sempat mendapatkan perlawanan. Namun akhirnya tersangka ditangkap beserta beberapa barang bukti.

Dalam proses penggerebekan tersebut, petugas juga mendapatkan perlawanan dari keluarga dan tetangga tersangka. tapi anggota hanya memberikan tembakan peringatan dan segera membawa tersangka ke Mapolres.

“Awalnya kita mendapat laporan dari masyarakat, selanjutnya tim dipimpin Kasat Narkoba melakukan pengintaian, Pada Rabu petang, petugas juga sempat mendapat perlawanan saat hendak menangkap tersangka. Tapi akhirnya (tersangka) berhasil kita amankan beserta barang bukti sabu seberat 12,36 gram,” ujar Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho.

Baca Juga :  Polisi Berhasil Ciduk Pengedar Sabu Jenis Baru

Dari total sabu seberat 12,36 gram, dibagi dalam 2 paket besar dan 18 paket kecil siap edar. Paket kecil rata-rata seberat 0,31 gram hingga 0,46 gram, sedangkan paket besar sekitar 2,45 gram hingga 3,86 gram. Termasuk barangbukti lain berupa timbangan digital, pipet kaca, korek gas, alat hisap, klip plastik, handphone dan lainnya.

Dengan jumlah tersebut diperkirakan akan menghasilkan uang sekitar Rp 16 juta dengan asumsi per paket kecil sekitar Rp 300 ribu. Sedangkan dengan 18 paket sabu diperkirakan bisa dipergunakan untuk 70 hingga 90 pemaka. Kini pelaku diamankan dan dijerat Pasal 112 jo 114 jo 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun hingga seumur hidup. @mosbah

print
(Visited 24 times, 1 visits today)

Shortlink: