Tahun Depan Surabaya Jadi Tuan Rumah Seminar UNICEF Tentang Kota Layak Anak

Surabaya, BeritaTKP.Com  – Surabaya dikenal PBB sebagai kota layak anak, maka dari itu di tahun depan tepatnya pada tahun 2018 Surabaya akan jadi tuan rumah seminar internasional UNICEF, tentang Kota layak anak.

Atas kabar tersebut , Tri Rismaharini selaku walikota surabaya terkejut lantaran Surabaya justru lebih dikenal sebagai kota layak anak, “Saya sempat kaget, bu duta besar di Amerika bilang ke saya bahwa Surabaya itu justru dikenal sebagai kota layak anak. Karena itu, UNICEF minta kita jadi tuan rumah nanti sekitar bulan Mei atau April untuk seminar internasional kota layak anak,” ujar Wali Kota Tri Rismaharini.

Risma juga menjelaskan tentang kebingunganya saat surabaya di juluki dengan kota layak anak padahal saat itu ia bersama anggota PBB membahas tentang Green City, “Ternyata, di luar sana justru Surabaya itu yang terkenal itu kota layak anak. Waktu duduk selesai presentasi tentang green city kemarin, bu duta besar bisik ke saya bahwa Surabaya justru sudah jadi pembicaraan di PBB sebagai kota yang sangat perhatian terhadap anak. Makanya mereka kaget, saya justru bicara tentang Green City,” imbuhnya.

Ia menuturkan bahwa hal tersebut dilontarkan lantaran dari tersedianya fasilitas bagi anak di Kota Surabaya”Anak itu punya hak bicara, hak untuk minta sesuatu. Makanya waktu lalu, ada beberapa anak yang trek-trekan di jalan, begitu ketangkep satpol PP dan Dispora mereka nanya, loh trus kita bisa aktivitas di mana dong bu? Akhirnya kita buatkan sirkuit khusus bagi mereka, dan Kalau dia minta mau sekolah di perguruan tinggi karena orang tua tidak mampu, ya kita belum bisa penuhi semua. Hingga kini, Pemkot Surabaya telah memberikan 1.115 beasiswa, tapi belum bisa memenuhi semua,” ujarnya.

Baca Juga :  Ternyata Banyak Kandungan Bebahaya Dalam Air Sungai Di Surabaya, Pemancing Harus Lebih Waspada

Selain itu, tersedianya fasilitas lain seperti ruang untuk bermain, rumah matematika, rumah bahasa, ruang baca, 1.400 perpustakaan, 1.900 titik free wifi, dikatakan Risma bisa jadi indikator penilaian PBB. “Kemarin bu duta besar itu bilang, kalau ada 100 kategori, Surabaya sudah memenuhi 95, cuman susah mau sampai 100 persen,” ujarnya sambil tertawa.

Namun sampai saat ini ia maih belum mengetahui apakah akan ada penghargaan untuk kategori kota layak anak tersebut. “Belum tahu ada penghargaannya atau tidak. Yang jelas mereka cuman minta kita jadi tuan rumah sekaligus minta saya jadi berbicara tentang kota layak anak,” pungkasnya. @d/mulyadi

print
(Visited 12 times, 1 visits today)

Shortlink: