Diklat SMK Samarinda Murni Dana Pusat,Dinas Pendidikan Siapkan Fasilitas

Suwar Wiguna, Kabidmen

Suwar Wiguna, Kabidmen

Samarinda, Berita TKP – Kebijakan untuk mengembangkan Sekolah Standar Nasional ( SSN ) ditingkat sekolah kejuruan merupakan suatau keharusan bagi pihak pengelolah sekolah menengah kejuruan ( SMK ) dalam upaya menghasilkan lulusan yang berhasil guna dan berdaya guna,Permendiknas nomor 19 tahun 2013 tentang standar kompetensi  dan anggaran pendidikan yang sudah di prosentasi kan dalam APBN dan APBD dari pemerintah adalah sebagian upaya pemerintah yang di harapkan bahwa SMK menghasilkan sumber manusia yang bisa menciptakan lapangan kerja dan tersedianya lulusan yang bisa terserap di berbagai sektor lapangan kerja. Secara umum, SMK belum memenuhi standar pengelolaan pendidikan sebagaimana dalam Standar Nasional Pendidikan ( SNP ) yang menjadi tolak ukur kinerja sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Samarinda melakukan terobosan pada tahun 2015, yakni : Menggandeng  Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan  Tenaga   Kependidikan ( PPPP dan TK) bidang Mesin dan Teknik Industri. Pelaksanaan di pusatkan di SMK 1 Negeri Samarinda, dan “Diklat SMK se Samarinda,murni dana berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kami hanya menyiapkan fasilitas sarana prasarana saja” jelas Kabidmen,Suwar Wiguna pada berita TKP.Lebih lanjut, di jelaskan kalau kegiatan ini ada 3 (tiga ) paket kemitraan,yakni untuk guru diklat Kejuruan IT dan Pembelajaran dalam kesiapan kelanjutan kurikulum 2013 dan Diklat Peningkatan Kompentensi Kepala sekolah bagi kepala SMK se Samarinda, ujarnya yang nampak serius,karena dalam kegiatan ini menjabat sebagai ketua.

Baca Juga :  Bonek Mania kembali berulah mensweeping plat N

Pelaksanaan ini,mulai dari tanggal 2 sampai dengan 6 November 2015,dan seluruh peserta merupakan perwakilan SMK masing-masing yang nantinya dapat sertifikat, yang dikeluarkan oleh lembaga ini,yang hasil akhirnya ada “ lulus “ atau “ tidak lulus “.Ketika di tanya,berapa peserta yang hadir, seluruhnya tiap diklat maksimal 37 orang,kata Suwar,yang juga pembina pencak silat Sehati Kaltim ini.

Namun berita TKP, telusuri peserta diklat,justru berbalik dengan informasi di ruang atas SMK 1 Negeri,Ruang Diklat Kepala Sekolah SMK,yang hadir khusus dari kepala SMK Negeri hanya separuh dari jumlah SMK Negeri se Samarinda,ketidakhadiran para kepala SMK Negeri ini di wakilkan oleh wakil kepala sekolah masing-masing, namun alasan mereka tidak hadir, di pertanyakan berita TKP,yang di indikasikan unsur kesengajaan, karena pada tahun 2016-2017, beberapa diantara yang tak hadir sudah berakhir masa periodenya, padahal ini tak boleh di wakilkan kecuali yang mereka dapat tugas ke kementerian, dan ini di bantah oleh ketua panita, Suwar,” ketidakhadiran mereka tak ada kaitannya masa baktinya tahun depan berakhir “ cetusnya, sambil buru-buru pamit pada media beritatkp karena menghadiri perhelatan Pra PON untuk cabang olahraga pencak silat yang mana Kaltim menjadi tuan rumah. (*sentot/biro Kaltim )

print
(Visited 22 times, 1 visits today)

Shortlink:

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*