Adanya Penyalahgunaan Anggaran, Terminal Angkot Mangkrak Siapa Yang Bertanggung Jawab?

foto_terminal_mangkrakSamarinda,BeritaTkp.com, – Terminal antar kota yang terletak di Jl.Suryanata Km dari Gunung sampah arah ke Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, keadaanya sangat memprihatinkan, dengan di tumbuhi rumput dan ilalang di berbagai sudut terminal, mulai pos masuk dan pos keluar angkot sudah tak terurus, bahkan bangunan perkantoran kondisinya rusak berat, lebih sedih lagi di dalamnya banyak kondom berserakan, artinya sudah di manfaatkan oleh pasangan lain jenis untuk melakukan hubungan SEX gratis. Akan tetapi terminal milik pemkot Samarinda yang mangkrak cukup lama, karena Terminal tersebut di bangun tahun 2006.

Dinas Perhubungan pastinya mengetahui kalau kondisi terminal tersebut mangkrak, namun adanya pembiaran dan tidak di fungsikan dengan jelas. Lalu anggarannya pasti lah cukup besar, dengan asumsi, Luas lahan dan bangunan parkir angkot, pos keluar dan masuk angkot, serta perkantoran, di perkirakan Lebih dari 10 Milyar rupiah. Wartawan BeritaTkp.com mendatangi kantor Dinas Perhubungan Samarinda Jl.MT.Haryono untuk meminta konfirmasi langsung pada Kepala Dinas Perhubungan Abdullah, tapi Dinas Perhubungan tidak ada bdi tempat, karena ada kegiatan diluar, seperti tertulis di papan Kadishub Keluar, sehingga belum bisa minta klarifikasi.

Apakah ada rencana kedepan mengenai terminal tersebut untuk di gunakan dan bagaimana terminal itu kedepanya. Hal ini sejalan keinginan Ketua RT setempat, Firman, berharap di manfaatkan yang positif. Dari Kronologis tersebut, Aliansi Nusantara Indonesia (ANI) berencana melaporkan pihak-pihak terkait, baik eksekuti dan legislative ke penegak hukum terkait mangkraknya terminal ini, yang cukup lama, tidak ada cara bagaimana dan untuk apa bangunan ini, sepertinya sdh ada unsur kesengajaan untuk dibiarkan,”ini uang rakyat lho, mudahnya menghamburkan uang Negara, kalau dulu mungkin diperkirakan 10 M sekarang, per meter cukup mahal “ ujar Ketua ANI Kaltim Ujang S, melalui selulernya pada tanggal 9 November lalu.

Baca Juga :  Pakde Karwo Apresiasi KPK Atas OTT Yang Dilakukan Kepada Wali Kota Batu

Memohon kepada Kejaksaan Tinggi Kaltim, segera menindak lanjuti laporan kami untuk mengusut secara tuntas terkait mangkraknya Terminal angkot antar Kabupaten dan Kota Samarinda, dengan dugaan fiktif penggunaan dana operasional pada pos SKPD Dinas Perhubungan di APBD Kota Samarinda dan dugaan penyelewengan anggaran APBD atas mangkraknya terminal angkot sehingga ada kerugian uang Negara/Pemkot di perlukan audit dari BPKP Kaltim! dan pihak yang terlibat antar pemkot dan pemkab yang sekarang, mereka menjabat sebagai pejabat penting di Pemerintah Kota samarinda. Selanjutnya siapa –siapa yang harus bertanggung jawab? tentu pihak oknum Kepala Dinas Perhubungan Samarinda! Data-data dari Aliansi Nusantara Indonesia (ANI) Kaltim, yang pernah menjadi Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda antara lain :

1). Sulaeman Sade (sejak 2006)

2). Supriyadi

3). Johni

4). Hermanto

5). Abdullah (Saat kini/sekarang ini).(Sentot)

print
(Visited 9 times, 1 visits today)

Shortlink: