Patut Dipertanyakan, Anggaran Masuk Pemkot Mojokerto Rp 47 Miliar

zpemkot-mojokertoMojokerto,BeritaTKP.com – Program Pemerintah dalam membangun sarana prasarana banyak menyerap anggaran APBD maupun APBN serta dalam pelaksanaan mengacu pada juklak juknis.

Dengan gencarnya pembangunan yang di prioritasakan oleh pemerintah berharap agar akses jalan nasional, jalan kabupaten serta jalan sekunder dan jalan primer bisa dijadikan sebagai salah satu akses kegiatan masyarakat dalam aktifitas keseharian.

Dana Alokasi DAK senilai Rp.47 miliar bagi 31 paket proyek peng aspalan jalan yang digelontorkan dari pemerintah pusat sehari jelang tenggat masa pengerjaan rabu, 15/12/2016, bagaikan keberuntungan yang berpihak pada pemkot mojokerto, namun sisa 20 hari masa kontrak jelang tutup buku anggaran menjadi perihal yang patut dipertanyakan.

Agung Mulyono selaku Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah DPPKA, menjelaskan kepastian turun nya dana dari kementrian keuangan KEMENKEU ini dipastikan selasa 14/12/2016 “Iya, sudah turun setelah dipantau,” pungkasnya serta menjelaskan, bahwa turunnya anggaran krusial yang disampaikan langsung oleh Menkeu kepada DPPKA dapat berimbas pada kelangsungan DAK 2017, “kami memang sudah dapat konfirmasi dan dana tersebut ada di kas,” imbuhnya.

Kendati  demikian, Agung Mulyono menegaskan setelah dana itu cair langsung menghubungi SKPD terkait  yang memiliki proyek ini termasuk Dinas Pekerjaan Umum

Baca Juga :  Anggaran tahun 2016 di buat Dagelan, Setengah Triliun lebih Oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya

Akan tetapi, meski anggaran sudah digelontorkan, namun itu tak membuat pemkot mojokerto nyaman dan terhindar dari sanksi.

“karena anggaran sudah digelontorkan dari pemerintah pusat, maka proyek itu harus selesai hingga akhir tahun. Kecuali dana tidak turun, maka tak ada persoalan dengan sanksi” pungkasnya.

Secara terpisah, Wiwiet Febriyanto selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum membenarkan berhentinya proses pelaksanaan proyek DAK, “ Kami Sudah proses lelang, dan sebagian sudah ada pemenang, namun kami tak melanjutkannya ke tahap penandatanganan SPK Surat Perintah Kerja disebabkan dana tak ada, namun kalau sudah ada dana, proyek ini pasti berlanjut,” pungkasnya.

Wiwiet Febriyanto juga mengatakan, “Untuk mempercepat pekerjaan sebelum dana benar – benar digelontorkan, Dinas Pekerjaan Umum sudah menghubungi perusahaan – perusahaan AMP Aspal Mixing Plant berharap agar menyiapkan material Aspal. dengan upaya inilah kita dapat memperlancar proggres pekerjaan karena keterbatasan waktu dan ketersediaan material proyek. Imbuhnya, seraya menikmati kopi hangat dalam ruang kerja.   @/r3dj**

print
(Visited 23 times, 1 visits today)

Shortlink: