Lumajang usaha batu bata gulung tikar

batubataLumajang, BeritaTkp.com – Proses pembuatan batu bata yang memerlukan waktu tujuh hari, baru kemudian dapat dijual. Harga jual per seribu buah bata merah seharga Rp 350 ribu rupiah dikalikan 30, sehingga jumlah semuanya senilai Rp 10.500 ribu rupiah. Sehingga bila dikalkulasikan dalam sekali periode (prose hingga terjual) didapat laba sebesar Rp 1,4 juta dengan rincian hasil penjualan Rp 10,5 juta dikurangi biaya produksi dan ongkos senilai Rp 9,1 juta. Biasanya dalam setahun dapat memproduksi sebanyak 3 kali. Demikian ungkap pengrajin bata merah, Eksan yang bertempat tinggal di RT 01 RW 05 Desa Bonagung.

Masalah yang dihadapi Eksan adalah tanah uruk yang didatangkan dari desa Labruk (suply tanah urug).
Biaya angkut tanah tersebut dari desa Labruk satu rit-nya seharga 175 ribu rupiah, beli tanah urug di desa Labruk dengan harga 125 ribu rupiah, sehingga totalnya sejumlah 300 ribu rupiah. Selain tanah urug yang didatangkan dari desa Labruk untuk membuat bata merah perlu tambahan – tambahan campuran tanah liat yang sudah tersedia di desa Bonagung harga di tempat 250 ribu rupiah. Sehingga bila dijumlah biaya bahan baku didapat sebesar 550 ribu rupiah.

Baca Juga :  Korban Siraman Air Keras Alami Kerusakan Pada Kulit Tubuh, Wajah Dan Matanya

Usaha pengrajin bata merah dapat dikategorikan pengrajin dengan hasil minim dalam sekali proses pembakaran (diobong red). Hingga saat ini, usaha pengrajin batu bata merah tidak dipungut pajak daerah, informasi dari kades Bonagung, Antok. Namun kendala pengangkutan tanah urug yang didatangkan dari desa Labruk, terkendala  UU No. 4 Tahun 2009 pasal 158 undang-undang Minerba. Usaha pengrajin bata merah yang bahan bakunya tanah apa juga diberlakukan sama dengan pasir bangunan yang harga produknya tidak sama. Yaitu ijin tambang galian C yang ijinnya dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Terpadu (KP2) Propinsi. Terkait masalah ijin galian C, wartawan beritaTKP mencoba menemui Antok selaku kades Bonagung terkait masalah yang jadi keluhan masyarakat Bonagung, yaitu pengangkutan tanah urug yang didatangkan dari desa Labruk.(yahya)

print
(Visited 40 times, 1 visits today)

Shortlink: