Pitrad Pataya Sediakan Wanita Plat Kuning?

Pitrad Pataya

Pitrad Pataya

Surabaya, BeritaTKP.Com – Pemerintah kota Surabaya menutup seluruh lokalisasi supaya kota pahlawan menjadi bersih dari maksiat. Keberhasilan pemkot Surabaya tersebut tidak dibarengi dengan pengawasan yang ketat di bidang bisnis pitrad. Dengan kendornya pengawasa membuat para hidung belang melancong beberapa tempat panti pijat yang ada di kota surabaya, khususnya diwilayah Jalan Kalibokor. Daerah tersebut berdiri pitrad PATAYA diduga merupakan transit sebagai ajang prostitusi terselubung. Dalam jalankan bisnis  tidak lagi benar-benar menawarkan jasa untuk memijat untuk kebugaran badan para pelanggannya. Tapi dalam faktanya, panti pijat tersebut malah menjajahkan praktek bisnis prostitusi dengan menawarkan jasa layanan esek-esek.

Menurut informasi yang didapat awak media Berita Tkp, tarif yang dipatok untuk mendapatkan layanan kepuasan sex bagi hidung belang antar 300 sampai 350 ribu. “kalau sekedar pijat aja cuma Rp 80.000 ribu, dan kalau satu paket pijat sama plus-plusnya layaknya suami istri di atas ranjang bergoyang Rp 300 sampai 350 ribu”ungkap narasumber yang enggan namanya disebutkan.

Baca Juga :  Anggaran Milyaran di Sulap oleh Kontraktor PPK PU Cipta Karya

Tarif harga yang disepakati hanya sekali transaksi, itupun dilakukan disela-sela jam yang tersisa saat transaksi. Penyimpangan bisnis pitrad yang jadi kedok belaka selama ini belum ada tindakan tegas dari instansi terkait. Seperti pemilik panti pijat PATAYA yang berada dilokasi Jalan Kalibokor masih jalankan bisnis prostitusi terselubung.

Fenomena ini sebagai salah satu contoh supaya kota pahlawan bersih dari ajang maksiat. Agar pihak instansi pemerintah dan penegak perda,khususnya satpol PP kota Surabaya benar-benar menindak secara tegas. Supaya kota Surabaya jauh lebih aman dari ajang bisnis prostitusi terselubung.(h’yanto/auf)

print
(Visited 671 times, 3 visits today)

Shortlink: