Hati Hati, Uang Palsu Beredar Di Surabaya

0
83

Surabaya, BeritaTKP.Com – Mochamad Fauzi (35) warga Jalan Petemon Kuburan yang ngekos di Jalan Tempel Sukorejo Gang I Nomor 39 diamankan oleh polisi setelah diketahui bahwa dirinya adalah pengedar uang palsu, Penangkapan Fauzi dilakukan pada Kamis (11/1). Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menjadi korban transaksi dengan menggunakan upal.

Setelah diselidiki, polisi menemukan petunjuk jika upal tersebut diduga bersumber dari Fauzi, atas informasi tersebut polisi pun langsung melakukan penangkapan terhadap Fauzi di rumah kos nya, dalam penangkapan Fauzi polisi juga menggeledah seluruh bagian kamar kost tersangka.

Dalam penggeledahan kamar tersangka tersebut polisi menemukan  barang bukti berupa  50 lembar upal pecahan Rp 100 ribu. Hanya saja puluhan lembar upal tersebut ditemukan di tempat berbeda. “49 lembar upal kami temukan di laci, sedangkan satu lembar” ujar Kapolsek Tegalsari, Kompol David Triyo Prajoso.

Selain itu sejumlah barang bukti lain juga turut diamankan, yakni  6 lembar selongsong uang Rp 10 juta dan juga lampu ultra violet (UV). Dari penangkapan itu, polisi mencoba mengkonfrontir Fauzi untuk mendapatkan petunjuk asal muasal upal tersebut.

Menurut pengakuan tersangka ia memperoleh upal tersebut dari seorang teman yang bernama  Husen asal Banyuwangi. Dia mengenal Husen dari temannya di Surabaya yang bernama Heri. Keduanya saat ini masih dalam proses pengejaran.

Dalam keteranganya Tersangka Fauzi bertemu dengan Husen di sebuah hotel di kawasan Jember, keduanya saat itu bertransaksi upal, untuk membeli upal tersebut diperlukan mahar yang harus dibayar oleh Fauzi. Yakni Rp 6,5 juta untuk mendapatkan upal sebanyak Rp 80 juta hingga Rp 100 juta, Selain itu, Fauzi juga mendapatkan beberepa lembar kertas yang berisikan beberapa label bank BCA. Biasanya label tersebut bisa kita temui digunakan sebagai selongsong uang. Masing-masing label bertuliskan Rp 10 juta.

Setelah tersangka mendapatkan uang tersebut, ia lalu pulang ke Surabaya. Kemudian pelaku membagi upal tersebut sebanyak Rp 10 juta dengan menggunakan label bank BCA tersebut. Diduga, uang tersebut sudah diedarkan oleh tersangka.

Kompol David Triyo Prajoso juga mengungkapkan bahwa Transaksi tersebut sudah dilakukan Juli lalu. Dan kami mengamankan barang bukti upal hanya 50 lembar. Nah jika tersangka saat itu mendapatkan Rp 100 juta upal, maka  sudah ada Rp 95 juta upal yang sudah diedarkan

“Dari barang bukti yang diamankan memang upal tersebut seperti uang sungguhan. Jika tak teliti, maka dapat dipastikan oran awam akan cukup sulit membedakan mana uang asli dan upal. Apalagi satu lembar upal yang kami temukan memang sangat mirip, Mulai dari kertas, pita hingga gambar timbul di uang tersebut, semuanya miri, Namun jika diamati detail, maka akan terlihat bedanya. Seperti cetakan upal tersebut terasa lebih halus, kemudian pita pengaman yang memudar serta gambar timbul yang nampak tanpa harus diterawang, Namun paling mudah jika menggunakan sinar UV,” ungkap David.

Fauzi berdalih jika ia belum mengedarkan upal tersebut. Sebab dia sendiri mengaku menjadi korban penipuan oleh Husen. Sebab upal yang ia peroleh lebih sedikit daripada mahar yang ia bayarkan. “Waktu itu, saya bertemu Husen. Kemudian saya kasih mahar itu. Lalu dia memberikan bungkusan kresek yang katanya berisi Rp 100 juta. Setelah itu, Husen meminta saya agar tidak membuka bungkusan tersbut jika belum dua hari,” akunya.

Dan saat setelah dua hari, dia membuka bungkusan tersebut. Namun yang ia dapati hanya upal sebanyak 50 lembar. Sisanya adalah kertas HVS kosong. Karena merasa ditipu, Fauzi mencoba menghubungi Husen dan Hari dengan alasan ia ingin uang maharnya kembali. “Namun keduanya sudah tak bisa dihubungi. Selain itu, karena kualiatas upal ini jelek, maka saya tak menggunakannya,” punfkas pelaku. @rzk/ltf