Korban Gizi Buruk Ini Ingin Menjadi Polisi

0
36

Korban Gizi Buruk Ini Ingin Menjadi Polisi Surabaya, BeritaTKP.Com – Bocah Surabaya Yang Diduga Menderita Gizi Buruk Itu Memiliki Keinginan Tinggi Ia Ingin Menjadi Seorang Polisi. Cita-cita mulia itu Ia ungkapkan Ketika Ditemui Anggota Komisi DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti.

Reni bercerita, Ia pertama mengetahui kasus ADS setelah menerima pesan melalui aplikasi Whatsapp (WA) yang menginfokan kondisi anak yang sudah selama dua tahun ini hanya bisa tidur dan duduk di kos yang disewa oleh orang tuanya.

“Untuk memastikan bahwa info yang saya terima benar, sekitar 10.45 saya mendatangi rumah anak tersebut di wilayah jalan Kedung Baruk. Saat mengobrol dengan pihak keluarga saya baru tahu jika info pesan yang saya terima sudah viral di sosmed,” cerita Reni.

“Saat saya berkunjung dirumah ADS  masih tidur dan kata bapaknya ADS masih mengantuk lantaran semalam baru pulang dari RSUD DR. Soewandhi, Saya ditemui Orangtua dan neneknya. Kepala Puskesmas Kalirungkut dan kepala kelurahan dan BBRP pegawai pemkot juga berada disana tengah berkunjung. Pihak puskesmas menyampaikan anak ini mengalami Gizi Buruk. Berat Badan saat ini 17 kg. Sempat juga ngobrol dengan Bu RT yang punya andil menginfokan kondisi ADS ke Pemkot melalui Kelurahan setempat.

Politisi PKS ini juga membeberkan jika ADS yang juga hobi mewarnai itu hingga saat ini tidak bisa bersekolah karena kondisinya. “Info orangtunya Anak ini terlahir sehat. Juga bisa sekolah sampai kelas 1 SD. Saat mau kenaikan ke kelas 2 mengalami sakit. Hingga kini tidak sekolah karena kondisi kesehatannya.Rutin tiap minggu memjalani rawat jalan rehab medik di RSUD Dr. Soetomo.

“Saat ini ADS sudah ditangani Tim Khusus oleh jajaran Dinkes Pemkot Surabaya di RSUD DR.Soewandhie. Semoga kondisi Ananda ADS terus membaik. Berat badan bisa mencapai normal dan sehat. Semoga Terus tumbuh sehat semangat dan terwujudnya segala keinginan nya, Amiin.

Saat ini ADS dirawat di RSUD dr. M. Soewandhie dengan ditangani secara intens oleh sejumlah dokter spesialis.

Beberapa dokter spesialis yang menangani Adi antara lain dokter spesialis anak, spesialis rehab medik, spesialis kulit, spesialis patologi anatomi, spesialis radiologi, dan spesialis orthopedi anak. Di rumah sakit milik Pemkot Surabaya tersebut, ADN juga mendapat pengecekan laboratorium lengkap dan pemeriksaan metabolisme nutrisi.

“Akhirnya pihak kelurahan berinisiatif membujuk keluarga ADN agar bersedia dirawat di rumah sakit. Tidak hanya itu, kakek dan nenek ADN didaftarkan penerima bantuan iuran (PBI) BPJS yang didanai oleh APBD Pemkot Surabaya. Serta, keluarga Adi ditawarkan untuk tinggal di rumah susun.                 @/ay