Diduga Cabuli Siswi MTs di Nganjuk, Oknum Guru Masih Bebas Gentayangan

0
87

Nganjuk Berita TKP – Com Semenjak duduk dibangku sekolah Madarasah Tsanawiyah di Nganjuk kelas VII sampai kelas VIII lamanya oknum guru inisial E diduga melakukan asusila terhadap seorang siswi MTs Favorit di Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk, Sabtu (23/2/2019)

sebut saja Yas (15) warga Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon, Nganjuk, Jawa Timur, Iyas didampingi orang tuanya, KP menceritakan hal tersebut kepada wartawan dirumahnya

Menurut orangtua korban KP, kejadian itu TERJADI sudah lama, semenjak anaknya duduk dibangku sekolah MTs kelas VII. Saat itu, E selalu melakukan perbuatan meremas-remas payudara dan juga mencium bibir. bukan itu aja, E juga melakukan perbuatan bejatnya kepada teman-teman anaknya yang masih duduk di MTs tersebut.

Lanjut KP, ia menyatakan perbuatan oknum guru ini sudah sangat meresahkan semua siswi Mts, pasalnya sanksi yang diberikan tidak sesuai perbuatan asusila yang dia (E) lakukan, namun apadaya KP hanya pasrah melihat anaknya di perlakuan seperti itu.

“Saya sangat kecewa dan menuntut keadilan, tapi saya ini orang bodoh, apalagi berurusan dengan Polisi dan saya ini hanya orang biasa mas tidak pernah mengalami seperti ini,” sambung pria asli Desa Tanjungtani sambil berlinang air matanya

Masih bersama KP (orangtua korban) masalah ini bertambah ketika anaknya dilaporkan merusak tanaman yang ada di halaman yayasan tersebut, seketika itu dirinya disuruh membuat pernyataan akibat ulah anaknya dan yang lebih miris disuruh mencabut atas pelaporan terhadap Oknum guru yayasan tersebut oleh Kepala Desa Tanjungtani disaksikan anggota Polsek Prambon serta jajaran yayasan MTs tersebut.

“Memang benar, saya disuruh mencabut, kalau tidak anak saya akan dipolisikan, padahal yang terjadi tidak seperti yang disangkahkan kepada anak saya, memang anak saya melakukan, tapi Pot bunga itu terbuat dari plastik kalau memang dia begitu pasti ada sebab dan musababnya,”jlentrehnya

Kades Tanjungtani Jianto ditemui dirumahnya membenarkan perihal peristiwa tersebut, namun pihaknya menyatakan sudah diselesaikan di tingkat Desa disaksikan dari fihak kepolisian serta jajaran yayasan MTs dan juga oknum guru yang terlibat.

” Sudah saya selesaikan ditingkat Desa, yang bersangkutan sudah keluar di yayasan dan saya mohon jangan diperpanjang mas, kalau sampai terjadi ya bertemu dengan saya, apapun permasalahannya saya siap dengan segala konsekwensinya,” ucap Jianto Kades yang baru terpilih lagi

Sementara Ketua Yayasan MTs AZA dikonfirmasi di ruangannya mengaku tidak tahu menahu terkait masalah tersebut yang menurutnya itu semua tidak benar.

“Memang benar, Siswi MTs kami ada yang bernama iyas, dan memang benar Oknum guru inisial E mengundurkan diri bukan dikeluarkan, kalau ada masalah Pot pecah disekitar MTs memang saya gak dengar,” kilahnya.

Lebih lanjut AZA mengaku tidak ada bermaksud menghalangi tugas wartawan Semua itu hanya rekayasa orang tua iyas saja, karena orang tua iyas mau menjatuhkan nama yayasan yang ia kelola bersama.

Ini sudah mencemarkan nama baik saya, dan sekolah saya. Beritakan saja kalau mau bertanggungjawab,” lanjut AZA. (Red)