Seorang Pria Pengedar Sabur berhasil diringkus Satresnarkoba Polres Bartim

0
66
Barang Bukti Yang Diamankan Polisi

Barito Timur Berita TKP-Com – Seorang pemuda tanggung berhasil diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Barito Timur (Bartim), Jum’at (22/03/2019) pukul 15.20 WIB.
Seorang pelaku Ahmat (35) pemuda berasal dari Ampah Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur (Bartim) pasrah saat Satresnarkoba Polres Bartim berhasil membekuknya ketika akan mengederkan Narkotika jenis Sabu disalah satu rumah kost atau barak di Gang Makmur RT. 18 RW. 06 Urup Kel. Ampah Kota Kec. Dusun Tengah Kab. Bartim, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan terdapat dua paket Narkoba jenis Sabu seberat 0,41 gram.

Kapolres Barito Timur AKBP Zulham Effendy, SIK.,MH melalui Kasatresnarkoba AKP Dani Sutirta SH, yang memimpin penangkapan menjelaskan, “penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat, bahwa pelaku tersebut sering mengedarkan Narkoba jenis Sabu di wilayah Ampah Kec. Dusun Tengah dan sekitarnya.Setelah kami melakukan penyelidikan dan kami mengetahui keberadaan pelaku,

langsung melakukan penangkapan kepada pelaku, dengan disaksikan warga sekitar, kami melakukan penggeledahan dan kami temukan barang bukti Sabu sebanyak dua paket yang diduga Narkotika jenis Sabu seberat 0,41 gram, yang disimpan didalam kotak rokok Sampoerna merah milik pelaku, selanjutnya pelaku dan barang bukti lainnya dibawa ke Polres Bartim guna proses lebih lanjut.” jelas Kasat saat dikonfirmasi Sabtu (23/3/2019) Siang.

Petugas juga mengamankan beberapa barang bukti seperti, dua paket Narkotika jenis Sabu dengan berat kotor 0,41 (Nol koma empat puluh satu) gram, satu buah Handphone merek Samsung warna hitam, satu buah kotak rokok Sampoerna Merah, Enam lembar plastic klip bening dan Uang Tunai Rp.750.000,- (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Akibat perbuatanya tersebut, kami akan menjerat tersangka dengan pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 112 (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 (Lima) tahun dan maksimal 20 tahun Penjara,” pungkasnya.(red)