Bantul Berita TKP-Com – Sebuah saluran irigasi primer di Kecamatan Jetis, Bantul disulap menjadi tempat wisata air yang ramah bagi anak-anak. Padahal, sebelum bernama Blawong Satu Riverside Tubing, tempat tersebut dipenuhi sampah dan limbah rumah tangga.

Berlokasi di Dusun Blawong Satu, Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul, Blawong Satu Riverside Tubing sangat mudah ditemukan. Di mana pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat sejauh 13 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta ke arah selatan, tepatnya ke Jalan Imogiri Timur, Bantul.

Memasuki Jalan Imogiri Timur KM 11, nantinya akan tampak sebuah gapura bertuliskan ‘Dusun Blawong I’ yang berada di sebelah timur jalan tersebut. Setelah itu, pengunjung hanya perlu menyusuri jalan cor blok ke arah timur hingga menemukan sebuah jembatan dari beton yang berwarna warni.

Perlu diketahui, jarak dari gerbang masuk Dusun ke lokasi tempat wisata hanya ratusan meter dengan waktu tempuh sekitar 2-3 menit. Sesampainya di jembatan yang berdiri di atas saluran irigasi dengan lebar sekitar 15 meter, pengunjung akan mendapati aliran air yang terbilang masih bening.

Melongok lebih dekat ke arah saluran tersebut, pengunjung akan mendapati anak-anak sedang bermain air, berenang hingga menyusuri aliran air tersebut dengan sebuah pelampung dari ban karet berukuran besar. Tak hanya itu, tampak pula beberapa anak melompat dari atas tanggul yang berada di pinggir saluran tersebut, bahkan ada pula anak-anak yang melompat dari jembatan untuk menceburkan diri ke saluran irigasi primer tersebut.

Salah seorang pengurus dari Kelompok Desa Wisata Blawong Satu (Dewa Batu) yang mengelola Blawong Satu Riverside Tubing, Imam Nurhardo (40) mengatakan bahwa tempat wisata air tersebut belum lama dibuka. Mengingat pengembangan Blawong Satu Riverside Tubing baru dimulai bulan Januari 2019.

“Pengembangannya (Blawong Satu Riverside Tubing) mulai bulan Januari (2019) dan baru dibuka bulan Februari,” ujarnya di Blawong Satu Riverside Tubing, Dusun Blawong Satu, Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul, Minggu (31/3/2019).

Lanjut Imam, tempat wisata tersebut dulunya adalah saluran irigasi primer yang dialiri air dari sungai Opak. Selain itu, dahulu saluran irigasi tersebut sangat kotor dan tidak layak digunakan untuk tempat bermain air, bahkan berenang.
Sementara itu, pengurus Dewa Batu lainnya, Erwin Purnomo (26) mengatakan, bahwa sebagian besar pengunjung Blawong Satu Riverside Tubing adalah anak-anak usia PAUD, TK dan SD. Menurutnya, hal itu karena kedalaman air pada saluran irigasi primer yang tergolong masih rendah.

“Paling banyak pengunjung kalau akhir pekan seperti ini, pengunjungnya bisa puluhan orang dan rata-rata masih usia anak-anak,” ujarnya.

Erwin menambahkan, bahwa ke depannya ia bersama pengurus lainnya akan mengembangkan Dewa Batu. Hal itu agar pengunjung yang datang semakin banyak.

“Rencana ke depannya mau menambah area outbound dan beberapa permainan. Selain itu kita mau menata pedagang makanan juga agar pengunjung lebih nyaman saat ke sini (Blawong Satu Riverside Tubing),” pungkasnya.(red)