Bali Berita TKP-Com Masih ingat kasus yang membelit mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta yang kemudian dijadikan tersangka?

Penyidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan jual beli tanah senilai Rp 150 miliar antara pihak PT Maspion Group dan mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta menemui babak baru.

Penyidik Dirreskrimsus Polda Bali tetapkan tiga tersangka baru, satu di antaranya merupakan ipar dari Sudikerta. Sedangkan dua tersangka lain yaitu I Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung. Ketiganya resmi ditetapkan pada 28 Maret 2019 kemarin dan dijerat pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 5 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Penipuan dan Pencucian Uang (TPPU).

Saat dijumpai, tim kuasa hukum dari PT Maspion Group Surabaya, Sugiharto, didampingi anggota tim pengacara Putu Tirtayasa dan Direktur PT Maspion Group Eska Kanasut membenarkan hal tersebut.
“Benar ketiganya ditetapkan statusnya menjadi tersangka. Ipar dari Sudikerta sendiri dijerat pasal TPPU,” ujar Eska, Selasa (2/4/2019).
Mereka turut mengapresiasi kinerja penyidik dalam kasus ini serta kemungkinan masih ada tersangka baru.
“Masih proses, kita tunggu saja nanti,” tambahnya.

Seperti diketahui, Bos PT Maspion, Alim Markus, dilaporkan I Wayan Wakil melalui kuasa hukumnya Togar Situmorang ke Bareskrim pada Kamis, 20 September 2018 lalu.

Dalam laporan tersebut, Alim dituding telah melakukan dugaan penipuan dan penggelapan atas jual beli tanah di Pantai Balangan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, seluas 38.650 meter persegi.
Kedua bidang tanah itu telah ditransaksikan oleh Anak Agung Ngurah Agung dan Gunawan Priambodo selaku kuasa hukum Sudikerta.(red)