Warga Wonokromo Terdampak Frontage Road harus Pindah Akhir April

0
33

Surabaya Berita TKP-Com – Kepala Dinas PU Bina Marga menyampaikan akhir april besok semua warga Wonokromo yang masih mendiami rumah mereka di areal proyek Frontage Road diminta mengosongkan rumah mereka. Ini setelah semua lahan dan persil warga Wonokromo telah tuntas dibebaskan.

“Kami meminta akhir April ini sebaiknya mengosongkan rumah mereka. Kemarin memang warga minta waktu untuk membangun rumah di tempat lain,” ucap Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati, Rabu (3/4/2019).

Saat ini hampir semua warga Wonokromo yang terdampak proyek Frontage Wonokromo sisi barat telah tuntas dilakukan ganti rugi. Setiap lahan dan bangunan mereka telah dibeli Pemkot Surabaya untuk Pembangunan sisa Frontage Road tersebut.

Besaran ganti rugi setiap persil warga beragam. Informasi yang diterima bahwa satu persil paling murah dibayar Rp 500 juta. Ada di antara mereka yang sampai menerima Rp 1,6 miliar. Ini sudah merupakan nilai dari tim apraisal.

Meski sudah ditetapkan nilai ganti untung menurut Pemkot, namun hingga saat ini masih ada tiga warga yang belum melepas persil mereka. Namun, mereka sebenarnya sudah sepakat terkait nilai ganti untung itu.
Erna menyebut bahwa ketiga warga itu juga masih menunggu surat wasiat dan kesepakatan saudara dari ketiga warga itu.
Puluhan persil di sepanjang sisi barat pasar Frontage Wonokromo sudah berhasil dibebaskan. Bahkan sebagian yang lain sudah dirobohkan. Sebagian yang lain sudah berupa aspal.
Terakhir ada delapan Persil yang baru saja dibebaskan. Erna menyebut telah membayar sejumlah Rp 5,4 miliar untuk kedelapan persil itu. Artinya per rumah menerima hingga Rp 600 juta. Namun, ada pula yang menerima hingga Rp 1,6 miliar.

Kenapa tiga warga masih enggan menerima ganti rugi dan meminta tim apraisal? Erna menjelaskan bahwa masing-masing persil tidak sama prosesnya. Ada yang sudah sejak lama diukur BPN karena berkas dan dokumen lahan lengkap.
Ada pula yang lama sehingga tidak bersamaan. Ada pula kasus lain yakni ada yang baru ketemu pemiliknya.
“Jadi beragam masalahnya. Ada pula yang menunggu konsinyasi. Namun, kami targetkan tahun ini lebih cepat frontage road Wonokromo dioperasikan,” kata Erna.(red)