Surabaya Berita TKP-Com -Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro berinisial I dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan berinisial NWS ditetapkan sebagai tersangka kasus perselingkuhan dan perzinaan, oleh penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, bahwa kasus tersebut dilaporkan oleh TP, istri dari Kadishub Bojonegoro pada 21 Maret 2019 dengan nomor laporan: LPB/234/III/2019/UM/JATIM.
“Kasusnya sudah masuk tahap penyidikan. Saya sudah koordinasi dengan Dit Reskrimum, sudah disidik, dan sudah tersangka. Dua-duanya tersangka,” tegas Barung di Mapolda Jawa Timur, Jumat (12/4).
Terkait adanya video porno yang didapat penyidik sebagai alat bukti, Barung mengaku kalau pihaknya masih akan mendatangkan saksi ahli untuk menentukan apakah kasus tersebut masuk Undang-Undang (UU) Pornografi, ataukah UU ITE. “Karena ada filmnya ini yang kita dapat, filmnya itu, aduh sangat-sangat tidak senonoh sekali,” ungkap Barung.
Sementara istri Kadishub Bojonegoro yang hari ini kembali mendatangi Polda Jawa Timur di Jalan A Yani, Surabaya untuk menanyakan perkembangan kasus yang dilaporkannya, mengaku sudah lama mencium aroma perselingkuhan suaminya tersebut, yaitu sejak 2017.
Bahkan, kata TP, tak hanya selingkuh, suaminya juga kerap melakukan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) terhadap dirinya. “Curiga sudah lama, sejak 2017, karena kadang, Sabtu tidak pulang. Alasannya ada rapat,” cerita TP di Mapolda Jawa Timur didampingi teman perempuannya.
Dijelaskan TP, kecurigaan atas perselingkuhan suaminya itu terbukti, ketika dia menemukan foto dan video syur di telepon genggam (HP) milik suaminya pada Juli 2018. Setelah itu, dia berusaha menyelesaikannya secara kekeluargaan, dan bertemu dengan wanita selingkuhan suaminya tersebut.
Di hadapan TP, NWS mengakui dan meminta maaf serta tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun hubungan ‘gelap’ itu masih saja berlangsung hingga suaminya mengajukan talak ke Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro. Karena alasannya tidak jelas, hakim PA menolak permohonan tersebut.
Tak hanya itu, TP mengaku kalau suaminya juga mengancam jika menyebarkan foto dan video syur perselingkuhan itu akan menuntutnya dengan UU ITE. “Saya diancam katanya kalau menyebarkan video itu akan kena (UU) ITE,” akunya.
Dan karena sudah tak kuat dengan masalahnya, TP pun memutuskan untuk melaporkan kasusnya ke Polda Jawa Timur pada 21 Maret 2019 lalu. Selain mengadukan suami dan selingkuhannya dengan Pasal Perzinaan, TP juga melaporkan foto dan video hot keduanya. “Saya ingin suami saya biar kena UU Pornografi,” tegasnya.
Selain lapor ke polisi, TP juga berniat melaporkan suami dan selingkuhannya ke Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur, bahkan ke BKN. “Suami saya Kadishub Bojonegoro ada affair dengan Kadinsos Kota Pasuruan. Hubungan itu ternyata sudah sejak 2017, katanya ketemu saat ada kegiatan bersama. Suami saya itu sebelum Dishub (masih) jadi Kadinsos,” tandasnya.(red)