Jakarta Berita TKP-Com Maskapai Garuda Indonesia mengaku margin keuntungannya sangat kecil dari penjualan tiket dengan harga yang saat ini berlaku di masyarakat.
“Jadi kalau Garuda, pendapatan Garuda itu kalau dari tiket paling untung 2 persen,” ujar Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah di Tangerang, Rabu (8/5/2019).

Atas dasar itu, manajemen Garuda Indonesia harus putar otak agar bisa mendulang keuntungan. Salah satu caranya dengan mengembangkan lini bisnis lainnya di luar penjualan tiket.

“Sebagai contoh, satu stiker kecil di pesawat itu udah puluhan miliar harganya. Iklan kita tuh gede sekali. Iklan di TV kita juga gede. Garuda akan mengubah konsep bisnisnya dari hanya jual tiket menjadi jualan brand. Garuda selama ini kalau kerja sama kan bayar, kalau sekarang Garuda dibayar,” kata Pikri.

Menurut Pikri, selama ini ada tiga pengeluaran besar dari maskapai untuk kebutuhan operasionalnya.
Pertama, pengeluaran terbesar berasal dari bahan bakar, kedua perawatan pesawat dan ketiga biaya sewa pesawat. “Itu udah 70 persen dolar semua, (sementara) pendapatan kita rupiah,” pungkasnya.(red)