Keadilan Untuk Ahli Waris Yang Tak Berdaya

Jembatan kretek dari bambu salah satu akses menuju rumah Mariyam, jalan utama ditutup oleh lawan gugatannya selama empat tahun Mariyam memutar sejauh dua kilometer

Lamongan, BeritaTKP.Com – Sidang gugatan perdata di Pengadilan Negeri Lamongan dengan agenda Kesimpulan yang mengarah Keputusan pada Sidang selanjutnya Rabu 17 Januari 2018,atas Mariyam nenek rentah pencari keadilan serta menutut apa yang menjadi haknya dengan menggugat Sri Rus alias Sirus yang selama empat tahun menutup jalan yang menjadi akses menuju rumah Mariam serta menutut atas tanah yang juga di kuasai oleh Sri Rus selama bertahun – tahun dengan peralihan hak yang sepihak tanpa sepengetahuan dari pihak Mariyam sebagai ahli waris yang sah.

Tanah yang saat ini masih sengketa dalam hal ini Mariyam sebagai ahli waris yang sah tidak tercantum dalam surat leter C dan perlu di ketahui bahwa Said Singoastro mempunyai 3 orang anak antara lain Wasinah,Marisih,dan Mariyam namun anehnya dalam penerbitan pemecahan surat letter C Yang di keluarkan Kelurahan Jegreg No Persil 685 atas nama Sri Rus binti Triasih tanpa di lengkapi Akte jual beli yang minimal di ketahui pejabat berwenang baik Kelurahan maupun Kecamatan serta saksi – saksi dan yang paling penting adalah surat Keterangan Waris dari Pengadilan.

Maka dengan terbinya surat letter C juga Cacat hukum.Menurut data yang di peroleh dari Kuasa Hukum dari Penggugat,Adi Susanto.SH. bahwa Alm.Said Singoastro meninggalkan harta warisan sebidang tanah seluas kurang lebih 2560 M2 yang di tempati oleh Mariyam,Tutik,Darwanto dan Wasinah di mana sebagian obyek tanah yang menjadi sengketa di jual Wasinah kepada Sadimin lalu dari Sadimin di jual lagi ke Sakiran serta dari Sakiran tanah tersebut di berikan kepada Sri Rus sampai terjadi terbit surat letter C .Terhadap masing – masing penguasaan tanah tersebut hinggah saat ini sesuai dengan surat letter C pada tahun 1963 tanah tersebut masih atas nama Said Singoastro pada tahun 1984 berubah menjadi Sri Rus binti Triasih dengan luas 520 M2 ,Wasinah dengan luas kurang lebih 1700 M2, pada tahun 2001 tanah asalnya milik Alm.Said Singoastro tersebut telah berubah dan tercatat di letter C Desa menjadi 3 nama terdiri atas No 13 atas nama Sri Rus binti Triasih dengan luas 360 M2, No 14 atas nama Saining binti Darwanto dengan luas 280 M2, serta No 15 atas nama Tamisah binti Wasinah dengan luas 710 M2, nama Mariyam tidak tercantum dalam surat letter C justru nama Sri Rus binti Triasih  hasil peralihan hak yang sepihak dari Wasinah dan Tamisah binti Wasinah atas nama Wasinah sendiri .

Baca Juga :  Mendaftar Sebagai Peserta Pemilu, Partai Gerindra Targetkan 10 Kursi

Kuasa Hukum penggugat, Adi Sudanto menyatakan ,”bahwa perbuatan atas terbitnya surat letter C dari Desa adalah cacat hukum dan batal demi hukum karena bertentangan dengan Peraturan Pemetintah No 10 tahun 1961 pasal 19 yang berbunyi bahwa setiap perjanjian yang di maksud memindahkan hak atas tanah, memberikan suatu hak baru atas tanah, menggadaikan tanah atau meminjam uang dengan hak atas tanah sebagai tanggungan,harus di buktikan dengan suatu akte yang di buat oleh dan di hadapan pejabat yang di tunjuk oleh menteri Agraria (pejabat) akte tersebut bentuknya di tetapkan oleh menteri Agraria, maka dari itu kami memandang ada kejanggalan dalam penerbitan surat letter C tersebut ,” ungkap Adi.

Masih kata Adi, bahwa mengenai jalan yang di tutup sepihak oleh Sri Rus sampai saat ini masih dalam proses persidangan di PN Lamongan sebagaimana bukti dari pengguggat adalah jalan yang dulu ada dan di gunakan bersama yang sampai saat ini tidak bisa di gunakan lagi jalan selebar 2 meter bisa di lalui mobil ini dulunya juga masih milik Said Singoastro hal ini di perkuat oleh saksi – saksi yang di hadirkan dalam persidangan waktu lalu ,” jelas Adi.@ Nur A.

print
(Visited 49 times, 1 visits today)

Shortlink: