Bawa Lencana Penyidik, Dua Anggota KPK Diamankan Polisi

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – Dua anggota Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) diamankan polisi, Mereka adalah ABW, warga Perumahan Kepuh Permai, Desa Kepuhkiriman, Waru dan W, warga Desa Kedungpeluk RW II, Candi, Mereka diamankan setelah keduanya menanyakan salah satu kasus korupsi di Kecamatan Candi ke polsek setempat dan Saat bertanya, tiba-tiba diketahui ABW memakai lencana penyidik kepolisian yang disembunyikan di balik baju bertuliskan Lembaga KPK tersebut.

AKP Wahyu Norman selaku Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo mengungkapkan bahwa keduanya mendatangi Polsek Candi dan menanyakan perihal kasus salah satu mantan kepala desa yang diduga menjual tanah kas desa dalam hal ini keduanya bermaksud menanyakan kasus yang katanya sudah ditulis media online dan ternyata media itu punya mereka sendiri, setelah itu, keduanya diminta untuk menunjukkan kartu tanda pengenal masing-masing.

Hingga kemudian keduanya menyerahkan kartu anggota KPK ini ke Polsek Candi namun saat hendak mengambil tanda pengenal itu, terlihat ada lencana penyidik kepolisian yang dibawa oleh ABW. “Pihak Polsek Candi langsung merespons dengan dengan menghubungi Satreskrim Polresta Sidoarjo. Mereka langsung kami bawa dan kami mintai keterangan,” ujar AKP Wahyu. hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki terkait kepemilikan lencana ini. Pengakuan ABW, lencana tersebut hanya titipan. Ia mendapat lencana dari seseorang pimpinan pusat organisasi KPK tersebut.

AKP Wahyu juga menegaskan bahwasanya jika ada laporan tentang pemerasan yang dilakukan oleh kedua pelaku tersbut maka keduanya akan di proses, namun untuk sementara ini masih belum ada laporan, selain itu  Kepala Bakesbangpol Sidoarjo Mulyawan mengatakan jika organisasi masyarakat bernama KPK ini masih belum terdaftar di Sidoarjo. Mereka masih akan melakukan pengecekan ke pusat untuk mengetahui secara detail organisasi tersebut.

Baca Juga :  Diduga Imigrasi Ilegal, 5 WN India Diamankan Petugas Imigrasi Tanjung Perak

“Kalau di pusat mungkin terdaftar. Namun, temuan terkait menggunakan lambang yang sama dengan lambang pemerintahan, ini termasuk dalam pelanggaran. Akan kami laporkan terlebih dulu. Apabila terbukti bisa dikenakan sanksi pidana,” ujarnya.

Sementara itu menurut keterangan dari ABW, menjelaskan bahwa lencana penyidik polri tersebut didapat dari atasannya di DPP KPK, Jakarta. Ia hanya dititipi dan digunakannya selama saat melakukan pengawasan dana desa di Jawa Timur, ABW ini mengaku berprofesi wartawan. ABW mengatakan perekrutan anggota KPK ini bermula ketika ada salah satu temannya menawari menjadi anggota. Kemudian ia mengiyakan dan ikut masuk organisasi tersebut tanpa syarat.

Selain itu Ia berargumen jika organisasinya ini legal. Kewenangannya untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan APBN, APBD, hingga Dana Desa juga berasal dari DPP KPK.

“Saya tidak tahu kalau tidak boleh digunakan. Itu bukan milik saya. Saya hanya dititipi, Tidak semua, persyaratannya harus minimal pendidikan SMA. Lainnya, tergantung dari DPP KPK yang ada di Jakarta, Kami juga diberikan surat tugas, organisasi ini legal dan sudah disahkan Kemenkumham. Saya sampaikan ini jangan sampai ada salah paham,” ujarnya.

Anggota KPK satunya yakni W sehari-hari bekerja tukang pijat. Ia mengaku dalam melaksanakan tugas ia memiliki kewenangan untuk menyelidiki penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan satu lagi terkait penggunaan dana desa. Ia menerangkan selama ini melakukan penyelidikan dengan bantuan beberapa intelejen yang disebar di wilayah Sidoarjo. Saat berada di wilayah Candi, ia mendapat laporan intelejen jika ada penjualan tanah kas desa sehingga langsung menuju ke sana untuk menyelidikinya.

Baca Juga :  Wali Kota Serahkan Kaus Marvell City Ke Kejaksaan Negeri

“Kami melakukan tugas tersebut. Memang tidak ada hubungan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, kalau memang ada temuan kami akan laporkan juga,” ujarnya, Ia juga  mengaku baru kali ini melakukan kegiatannya di Jawa Timur, karena baru tiga bulan dibentuk organisasi ini di Jatim. “Kami baru berkegiatan,” pungkasnya singkat. @rzk

print
(Visited 18 times, 1 visits today)

Shortlink: