Tertangkap Bawa 4 Kg Sabu, Yiska Tanesib Massih Lolos Hukuman Mati

Surabaya, BeritaTKP.Com Yiska Tanesib plaku pengedar narkoba ditangkap pada hari Jumat 11 Agustus 2017 sekitar pukul 05.30 wib di Loby Hotel Fave Max Jl Prenggolan No 1,3,5 Tegalsari Surabaya.

Saat itu, petugas mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dari Jakarta ke Surabaya dan Bali, selanjutnya petugas dari Ditresnarkoba Polda Jatim melakukan Mapping penyelidikan, observasi dan pembuntutan sasaran yang dicurigai, petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan terhadap badan dan pakaian terdakwa ditemukan barang bukti berupa satu buah tas ransel warna hitam merk Polo berisi empat kilogram sabu.

Dan kini ia harus duduk di kursi persakitan, saat sidang seakan akan ia menemukan keberuntungan dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menyatakan bahwa tersangka terbukti menyimpan dan membawa sabu-sabu sebanyak empat kilogram, namun hanya dituntut 20 tahun penjara, denda Rp 5 milyar dan subsider enam bulan kurungan, Yiska yang dijerat pasal 114 ayat 2 dengan ancaman hukuman mati ini pun menceritakan bagaimana awal mula dia ditangkap polisi.

Menurut JPU, terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Memohon pada majelis hakim agar menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun,” ujar Jaksa dalam tuntutannya.

Baca Juga :  Tabrak Mobil , Jambret Diringkus Polisi

terdakwa mengakui semua perbuatannya di hadapan majelis hakim yang diketuai Hazbullah. Wanita paruh baya ini diperiksa sebagai terdakwa karena menjadi calo narkoba. Tak sedikit obat terlarang yang dia bawa yakni lima kilogram. “Saya terpaksa pak hakim, karena saya dijanjikan uang Rp 5 juta untuk antar barang ini,” ujarnya lirih.

Dalam pengakuanya ia mengujarkan bahwa ia disuruh seseorang bernama Franky untuk mengantar barang dari Jakarta ke Surabaya. Dia dijanjikan upah Rp 5 juta apabila barang tersebut sudah diambil oleh seseorang yang tidak dia kenal.Meski mengaku barang tersebut milik Franky, namun Yiska mengaku tak pernah mengenalnya karena komunikasi selalu dilakukan lewat handphone. “Kenapa kamu percaya begitu saja?” tanya hakim anggota Wayan Sosiawan. “Karena saya butuh uang pak,” jawabnya.Namun sebelum uang tersebut dia dapat, Yiska ditangkap terlebih dahulu oleh petugas Polda Jatim di Hotel Fave Max. @lutf

print
(Visited 20 times, 1 visits today)

Shortlink: