IPK Diatas 3, Mahasiswa Ini Malah Masuk Penjara

Surabaya, BeritaTKP.Com – The Federal Bureau of Investigation (FBI) atau Biro Investigasi Federal Amerika Serikat menangkap Tiga mahasiswa Stikom Surabaya yang diduga meretas 600 situs dan sistem di 44 negara, Ketiga mahasiswa yang ditangkap FBI dengan bantuan Cyber Crime Polda Metro Jaya ini adalah Katon Primadi Sasmitha (21) warga Jalan Kupang Krajan, Sawahan Surabaya, Nizar Ananta (21) warga Jalan Pucang Timur Gubeng Surabaya  dan Arnold dan Triwardhana Panggau (21) asal Banyuwangi yang berdomisili di Krembangan.

Dalam kasus ini Ketiga mahasiswa semester enam di Fakultas Teknologi dan Informatika Stikom ini diduga melakukan pembobolan 600 website dan meretas sistem di 44 negara dengan menggunakan metode SQL Injection untuk merusak database sistem, Saat ini pihak Stikom masih menelusuri penyebab penangkapan terhadap ketiga mahasiswanya. Masalahnya, setelah penangkapan, pihak Stikom masih belum mendapat penjelasan baik pihak FBI maupun Polri, termasuk dari orang tua ketiga mahasiswa.

Dan untuk soal sanksi yang bakal dijatuhkan terhadap ketiga mahasiswanya, Sugiharto mengatakan mengedepankan azas praduga tak bersalah. Pihak Stikom akan mengikuti proses hukum. Setelah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap, baru pihaknya bisa menentukan sikap.

“Kami baru tahu (penangkapan tiga mahasiswanya, Red) waktu mendapat kabar dari teman-teman wartawan. Ini juga belum ada konfirmasi dari Polda Jatim atau manapun yang menghubungi kami, sampai hari ini juga belum dimintai keterangan, kami masih menunggu itu,” ujar pihak Stikom.

Baca Juga :  BNN Blitar Ringkus Dua Bandar Sabu Jaringan Lapas Madiun

Dalam hal ini diketahui bahwa ketiga mahasiswa tersebut tergolong mahasiswa yang pintar dilihat dari IP-nya tiap semester, rata-rata di atas 3,00. “Sebenarnya mereka kalau dilihat dari segi nilai akademik memang pintar anaknya. Kalau dirata-rata ya tiga. Nanti kedepannya kami berupaya melakukan pendekatan untuk menyalurkan kepandaiannya itu biar disalurkan ke hal-hal positif,” imbuh pihak stikom.

Anjik Sukmaaji, Dosen mata kuliah Jaringan Komputer di Prodi Sistem Informasi Stikom mengometari soal dugaan peretasan 600 situs dan sistem di 44 negara yang dilakukan oleh ketiga mahasiswanya. “Ini (peretasan, Red) dikarenakan keingintahuan mereka, dan untuk meretas web sekian banyaknya juga membutuh waktu yang lama ada beberapa tahapannya. Dia pastinya sudah mengumpulkan informasi terlebih dahulu. Mencari apa kelemahan pada sistem keamanan web tersebut. Jadi memang membutuhkan waktu yang panjang, Hackerkan tujuannya banyak, adanya mencoba kemampuannya, ada juga yang hanya sekedar ingin tahu seberapa kebal sistem keamanan web tersebut. Namun, juga ada yang sekadar melihat-lihat saja dan Sebenarnya hacker itu adalah ahli program komputer yang menguji sistem informasinya. Sedang craker itu yang berbahaya karena merusak sistem informasi pada web,” jelas Anjik.

Dalam hal ini ia juga menambahkan bahwa Dari pihak Stikom juga telah memberi imbauan terhadap mahasiswa baru yang akan mendaftar untuk menandatangani surat pernyataan mengenai aturan dan norma yang berlaku di kampus tersebut. Tidak hanya itu, pihak kampus juga telah memberikan berbagai macam pembekalan budi pekerti juga pembekalan soft skil dan hard skil-nya secara regular. Serta memberi pembekalan terhadap mahasiswanya untuk bermasyarakat.

Baca Juga :  Viral Grup Facebook Gay Universitas Brawijaya Malang

Dalam hal ini ketiga mahasiswa tersebut selama aktif di perkulihan tidak pernah melakukan tindak pelanggaran secara individu maupun pelanggaran etika.  @red

print
(Visited 23 times, 1 visits today)

Shortlink: