Lakukan Pelecehan Seksual, Guru SDN Hanya Dihukum Pecatan

Surabaya, BeritaTKP.Com – 12 siswi SDN yang berada di kawasan Manukan Kulon, Tandes, Surabaya menjadi korban pencabulan dan Pelaku pencabulan tersebut adalah MZ (43) warga Jalan Manukan Bakti Gang 20, Guru agama itu tega melecehkan siswinya di dalam kelas sejak dua bulan lalu.

Aksi pencabulan itu dilakukan pelaku saat jam pulang sekolah. Dengan modus salaman, pelaku yang berada di depan lantas menyalami korban satu per satu sebelum keluar ruangan, Saat itulah pelaku beraksi dengan memegang payudara korban. Korban yang masih duduk di kelas IV, awalnya hanya diam mendapatkan perlakuan itu.

Tak hanya itu oknum guru itu juga kerap pura-pura merangkul dan memegang bagian payudara dari luar baju siswinya yang bertubuh agak sintal. Terbongkarnya aksi guru itu bermula dari salah satu siswi yang mengadukan kepada orang tua dan Kemudian orang tua korban yang tak terima lantas mendatangi sekolah.

Namun Parahnya, ternyata tidak hanya seorang yang menjadi korban. Akan tetapi sudah ada 12 siswi yang menjadi korban ulah guru tidak tetap itu.

Dalam kasus ini Kapolsek Tandes Kompol Sofwan saat dikonfirmasi Radar Surabaya mengatakan, memang benar terjadi kasus pencabulan di salah satu SD di kawasan Manukan. Namun sampai detik ini belum ada keluarga korban yang melapor ke Polsek Tandes. “Hari Jumat pagi (16/3) telah dilakukan mediasi pelaku, orang tua korban, pihak sekolah,Polsek Tandes dan dari perwakilan dinas pendidikan,” ujar Sofwan kepada Radar Surabaya.

Baca Juga :  Bawa 5.000 Butir Karnopen, 2 Warga Karangagung Diamankan

Dan dalam mediasi yang digelar Jumat pagi itu berlangsung secara tertutup. Pelaku pun turut dihadirkan. Di hadapan para orang tua korban dan pihak sekolah, pelaku meminta maaf karena telah melakukan perbuatan yang tidak senonoh kepada siswinya. Dari pengakuannya, aksi itu sudah berlangsung selama dua bulan. “Guru yang bersangkutan sudah mengajar selama kurang lebih setahun,” ungkapnya.

Dalam kasus ini juga, pihak orang tua korban juga meminta pihak sekolah untuk melakukan pendampingan terhadap para korban supaya tidak mengalami trauma yang berkepanjangan. Pihak sekolah pun memenuhi permintaan orang tua korban. Pendampingan akan dilakukan setiap hari supaya korban tidak mengalami ketakutan dan trauma di sekolah. “Setelah disepakati semua pihak, oknum guru yang bersangkutan sudah dipecat dari sekolah,” tandasnya. @lutf/haryant

print

Incoming search terms:

  • pelecehan seksual anak di sdn kawasan manukan
(Visited 33 times, 1 visits today)

Shortlink: