Pengurusan SIM di Satpas Denpasar Marak Pungli

Petunjuk mekanisme pengurusan SIM di Satpas Denpasar-Bali

Denpasar, BeritaTKP.Com – Tata tertib masyarakat dalam menjalankan norma Undang-undang pemerintahan di Negara Republik Indonesia adalah suatu kewajiban sebagai warga yang taat dan harus tunduk penuh pada peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan.

Namun, Banyak pula ketidak pahaman masyarakat pada umumnya dalam mekanisme pengurusan surat-surat sering diarahkan pada perihal yang berkontradiksi dengan peraturan undang – undang baik langsung maupun tidak langsung oleh oknum-oknum yang mempunyai kewenangan atas jabatannya pada bidangnya hanya demi tergapainya tendensi kepentingan pribadi.

Tindakan yang tidak patut disuri tauladani, seperti yang didapati oleh wartawan BeritaTKP di salah satu instansi pemerintahan, yang mana instansi tersebut seharusnya mengarahkan masyarakat pada peraturan undang – undang yang sudah ditetapkan.

Beberapa pengakuan dari warga setempat dilokasi Kantor Satpas Denpasar, diduga dalam proses pengurusan SIM sering disalah gunakan oleh pihak Staff Kantor Satpas Denpasar yang beralamat di Jl. Gunung Sanghyang No.110 Padangsambian, Kota Denpasar-Bali dijadikan ajang rutin meraup keuntungan pribadi secara terorganisir, bahkan Pungutan Liar (Pungli) masih marak dalam pengurusan pembuatan SIM baru maupun proses perpanjangan, hingga ditulisnya berita ini masih beroperasi pungli didalam Kantor Satpas Denpasar serta terkesan dibiarkan oleh pihak Aparat Kepolisian Satpas Denpasar.

Baca Juga :  Berdalih Nikah Sirih, Oknum Guru TK Selingkuhi Suami Orang

Pasalnya banyak masyarakat yang mengeluhkan, “dalam pengurusan SIM baru dipungut biaya tambahan sebesar Rp. 500.000,- hingga Rp. 800.000,- namun apabila mengurus sendiri tanpa lewat calo atau tanpa lewat titip orang dalam maka proses pengurusannya berjalan lambat seakan-seakan diperlambat,” ujar Ketut beserta pendaftar lainnya dilokasi Kantor Satpas Denpasar.

Secara terpisah, saat dikonfirmasi wartawan BeritaTKP terkait maraknya Pungli pada Kantor Satpas Denpasar didalam ruangan kerjanya di Sugianyar selaku Kanit SIM tidak berani menjawab secara objektif serta mengarahkan untuk bertandang pada Ibu Kasat SIM, namun Jimi selaku sekretaris pribadi (sepri) Bu Kasat mengutarakan, ‘bahwa Bu Kasat akhir ini sering dinas luar, dengan istilah lain Bu Kasat tidak pernah berkenan ditemui serta selalu menghindar dari wartawan.” Ada apa gerangan?

Dengan acuan secara prosedur, proses pengurusan SIM baru maupun proses pengurusan perpanjangan SIM tidak dikenakan biaya sebesar Rp. 500.000,- namun pembayaran Pengurusan SIM secara prosedur via-Bank serta ter-aplikasi beserta lampiran formulir dan dokumen pendaftar semisal KTP, surat keterangan kesehatan, kendati demikian banyak masyarakat dalam proses pengurusan SIM baru selalu dipersulit serta dilambatkan apabila masyarakat tersebut mengurus sendiri, namun dengan sulitnya proses pengurusan SIM baru dan perpanjangan SIM masyarakat banyak yang lewat biro jasa ataupun calo yang sudah ada jalur mekanisme khusus dengan staff salah satunya, sehingga proses pengurusan SIM baru cepat selesai dengan durasi kurang lebihnya satu jam. Bersambung…… @/Red

print
(Visited 24 times, 1 visits today)

Shortlink: