BNNP Jatim Berhasil Ungkap Penyelundupan Sabu Seberat 5,2 Kg Dari Batam

Surabaya, BeritaTKP.Com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim berhasil menggagalkan pengiriman narkoba jenis sabu-sabu (SS) seberat 5,2 kilogram dalam kasus ini SS yang dipasok dari Batam tersebut dibawa melalui seorang kurir yakni Nandi (33) warga Dusun Dauh, Probolinggo. Deni ditangkap di Jalan Raya Kedung Cowek, Surabaya.

Tersangka Deni ditangkap pada Selasa (6/3). Penangkapan itu berawal saat pihaknya mendapatkan informasi yang menyebutkan jika ada beberepa kilo SS yang hendak diselundupkan ke Jatim. Berbekal informasi itu, petugas lantas melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas mengetahui jika upaya penyelundupan tersebut dilakukan melalui jalur laut.

Dan setelah ditindaklanjuti petugaspun pun mendapati identitas tersangka yang belakangan bertugas sebagai kurir, Kemudian petugas melakukan penyanggongan di pelabuhan. Namun tersangka sempat lolos dari intaian petugas sehingga gagal disergap di pelabuhan. Kemudian jejak Nandi ditelusuri hingga diketahui jika ia mengarah ke kawasan Jalan Kedung Cowek dan dalam kasus tersebut petugas melakukan pengejaran hingga berhasil meringkus tersangka.

Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso menjelaskan sebenarnya dari awal pihaknya tidak mengincar tersangka Nandi, melainkan mengincar si pemesan SS tersebut. Sehingga pihaknya sempat melakukan pengembangan dan mengcloning HP milik tersangka. “Namun kami kehilangan jejak, jaringan ini terputus,” jelasnya.

Baca Juga :  Judi Dadu Dan Sabung Ayam Dibelakang Pemukiman Warga, Polsek Gedangan Tutup Mata

Sebelumnya dalam kasus ini sepak terjang Nandi sudah level internasional. Sebab dari barang bukti terdapat negara tujuan selain Indonesia. Selain itu, jam terbang Nandi juga sudah lama dan menjadi salah satu target operasi petugas, Meski demikian, petugas masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pemesannya dan siapa bandar yang mengirimkan SS tersebut dengan bantuan tersangka

Meski demikian, petugas masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pemesannya dan siapa bandar yang mengirimkan SS tersebut dengan bantuan tersangka, kepada petugas Nandi mengelak jika dirinya terlibat  jaringan internasional. Meski sudah beberapa kali menjadi kurir SS, namun wilayah pengirimannya hanya di Indonesia saja. Dia nekat menjadi kurir lantaran tergiur dengan upahnya. “Bisa belasan hingga puluhan juta, tergantung jumlah barang dan jarak yang harus saya tempuh untuk mengantarkannya,” ungkap Nandi. @red

print
(Visited 9 times, 1 visits today)

Shortlink: