Bupati Blitar Lepas Pawai Ogoh-Ogoh

Blitar, BeritaTKP.Com – Sehari menjelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Blitar melaksanakan ritual Tawur Kesanga pada Jumat 16/3.Salah satu acaranya dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar.Umat Hindu yang berasal dari Kota Blitar,Kabupaten Blitar maupun Kabupaten Tulungagung sejak pagi sudah memadati lapangan RTH yang terletak alun-alun kota wlingi. Prosesi upacara Tawur Kesanga ini dimulai pada pukul 09.00 pagi selama dua jam.
“Tawur Agung Kesanga merupakan upacara penyucian alam semesta dan seisinya yang dilaksanakan satu hari menjelang Hari Raya NyepiSaka 1940 yang jatuh pada hari Sabtu 17/3.Dalam upacara ritual Tawur Kesanga ini,  puluhan ogoh-ogoh dipersiapkan oleh umat Hindu. Replika raksasa berwatak jahat ini kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar. Pemberangkatan pawai ogoh-ogoh dilepas langsung oleh Bupati Blitar Drs.H.Rijanto MM didepan Kawasan RTH Wlingi.

Pada acara tersebut dihadiri Bupati Blitar Drs.H.Rijanto MM, Kepala Imigrasi Blitar, Kajari Blitar, Kapolres Kota dan Kabupaten, Kepala OPD dan tamu undangan lainnya.

Saat diwawancari Bupati Blitar Drs.H.Rijanto MM mengatakan pada sebelum pada Minggu 11/3 telah dilaksanakan Upacara Melasti dipantai Jolosutro. Untuk Jumat ini diadakan Upacara Tawur Kesanga dan pelepasan ogoh-ogoh di wlingi,setiap tahun ada peningkatan-peningkatan pesertanya. Pada tahun kemarin pawai ogoh-ogoh hanya 54 peserta tetapi tahun 2018 sebanyak 64 peserta dalam hal ini antusias pesertanya memperingati Hari Raya Nyepi luar biasa,”jelasnya.

Baca Juga :  Jabatan Direksi PDAM Delta Tirta Akan Segera Terisi

Lanjut Bupati Blitar respon masyarakat Blitar Raya khusus kota wlingi ini adalah disambut suka cita, bagaimanapun merupakan rangkaian untuk mempromosikan wisata budaya. Juga merupakan Ikon wisata Budaya khususnya di Kabupaten Blitar. Beliau mengucapkan terima kasih kepada forpinda,relawan semua ini menunjukan ke Bhinekaan Tunggal Ika yang mendukung semua kegiatan ini. Harapan hal semacam ini harus dipertahankan ,dilestarikan bagaimanapun dalam membangun daerah maupun Negara kita butuh kekompakan ,”ungkapnya.

Ketua PHDI Kota/Kabupaten Blitar Lestari mengatakan Upacara Tawur Kesanga dilanjutkan pawai ogoh-ogoh suatu rangkaian umat Hindu dalam memperingati Hari Suci Nyepi, memperingati tahun baru SAKA 1940. Rangakaian kegiatan yaitu Melaksanakan Upacara Melasti, dilanjutkan Upacara Tawur Kesanga dan pawai ogoh-ogoh. Tujuannya adalah Umat Hindu mengenal atau memahami ajaran Trihita Karana dimana Hubungan Manusia kepada Tuhan, Manusia dengan Manusia dan Manusia dengan Lingkungan. Disinilah Upacara Tawur Kesanga mengusung Manusia dengan Alam, Buta Kala adalah bagian unsur Alam yang negative.

Sehingga dalam upacara ini diharapkan sifat-sifat yang negative ini tidak menganggu kepada manusia justru mengharmoniskan dengan upacara dengan dilambangkan setelah ogoh-ogoh ini diarak. Dengan harapan sifat-sifat yang negative yang dari dilewati ogoh-ogoh ini ikut dibawa ogoh-ogoh atau Buta Kala. Nantinya setelah pulang dari kegiatan ini,nanti diarak di desanya masing-masing baru dilaksanakan pembakaran atau dikembalikan keasalnya,”jelasnya.

Baca Juga :  Surabaya Jadi Tuan Rumah Kota Layak Anak Se-Asia Pasifik

Lanjut Lestari sehingga umat hindu dalam menjalankan Tapa Brata penyucian selama 24 jam pada esok pagi, agar tidak terganggu unsur-unsur negative atau unsure jahat,”terangnya. (fm)

print
(Visited 11 times, 1 visits today)

Shortlink: