Nyaru Jadi Ustad Dan Bisa Gandakan Uang, Pria Asal Probolinggo Dipolisikan

Surabaya,BeritaTKP.Com – AN, seorang pengusaha kayu asal Probolinggo melaporkan seorang ustad, M Soleh (44) asal Jalan Kiai Muchlas Nomor,46,Kedopok, Kedopok, Probolinggo ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dalam kasus ini tersangka M Soleh Dipercaya sebagai seorang ustad, namun gelar ustad yang disandangnya ternyata hanyalah modus untuk menipu korbannya. Berdalih bisa menggandakan, ustad gadungan ini justru mencuri uang Rp 850 juta milik korban.

menjelaskan dalam menjalankan aksinya, Soleh tak sendirian. Dia dibantu oleh temannya yakni AA (DPO). Awalnya AA mengenal korban dalam sebuah forum pengajian. Kemudian pada saat itu, korban bercerita jika usaha kayunya sedang terpuruk hingga Korban mengatakan jika dia butuh solusi untuk menyelamatkan usahanya, , setelah korban bercerita tentang kondisi usahanya, dia pun memiliki ide untuk mempedaya korban.

Dia mengenalkan korban kepada Soleh dan mengatakan jika Soleh adalah ustad sakti yang bisa menggandakan uang. Kebetulan AA dan Soleh saling kenal, dalam hal ini Tampang Soleh juga cukup menyakinkan. Sebab di kampungnya ia sering memberikan minuman yang sudah dijampi-jampi untuk menyembuhnya penyakit.

Dalam kasus ini tak mudah menyakinkan korban untuk percaya dengan AA dan Soleh, bahkan AA butuh setahun untuk menyakinkan korban hingga korban masuk dalam jebakan dan ketika korban mulai tertarik, ia pun diajak ke Surabaya oleh AA, Saat itu tersangka sudah berada di Surabaya terlebih dahulu. Dia menyewa kamar hotel di kawasan wisata Ampel, Untuk menyambut kedatangan AA dan korban, Sholeh sudah membooking dua kamar hotel.

Baca Juga :  Joko Ditangkap Polisi Setelah Sembunyikan Sabu Dalam Gesper

Dalam hal ini Satu kamar difungsikan oleh Sholeh untuk tempat ritual. Kamar tersebut sudah dipersiapkan sedemikian rupa, mulai tempat ritual hingga menggandakan atau menduplikat kunci kamar dan juga lemari hotel, Selain itu tersangka juga menentukan syarat agar uang yang hendak ritual tersebut harus berupa dollar.

Karena persyaratan itu, korban lantas menarik uang dari ATM di Jalan Raya Darmo. Proses penarikan tersebut dilakukan selama dua kali, masing-masing  Rp 350 juta dan Rp 500 juta. Karena harus berupa dollar, korban yang saat itu diantarkan oleh AA lantas datang ke money changer di Tunjungan Plaza, dan dari penukaran itu, korban mendapatkan uang 61,5 ribu dollar. Uang itulah yang dibawa korban ke kamar hotel yang sudah dipersiapkan para tersangka.

Saat tiba dihotel, korban diminta untuk memasukkan uang dollar yang dibawanya ke almari dan harus dikunci. Bahkan untuk membuat korban percaya, kunci almari dan kamar hotel dibawa oleh korban. Padahal kunci tersebut sudah digandakan, Setelah itu, tersangka Soleh mengajak korban keluar hotel mencari kebutuhan ritual penggandaan uang di Pasar Ampel. Seperti membeli minyak, tasbih, sajadah dan lain-lain.

Saat korban dan Soleh berbelanja, AA dengan menggunakan kunci duplikat masuk ke kamar hotel dan mencuri uang dollar milik korban lalu kabur dan Setelah berhasil, AA langsung kabur hingga Saat kembali ke hotel, Sholeh berpura-pura tidak tahu, dimana uang korban itu.

Hingga saat korban kembali dan membuka lemari ternyata uang yang hendak digandakan tersebut hilang dan para pelaku lainya berpura pura tidak tahu, dan dari situlah korban melapor kan kasus tersebut ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Setelah dilakukan penyelidikan polisi menetapkan Soleh ikut andil dalam kasus tersbeut hingga polisi melakukan penangkapan Soleh di Jember.

Baca Juga :  Gaji Kurang, Oknum Pegawai PDAM Ngecer Sabu

Dalam pengakuanya Soleh mengujarkan setelah korban linglung tak menemukan uangnya, ia pulang dan menghubungi AA. Kemudian uang tersebut dibagi dua, namun Soleh hanya mendapatkan uang Rp 350 juta.  “Uang bagian saya, saya gunakan untuk membayar utang. Sisanya masih ada sekitar Rp 80 juta di ATM,” ujarnya. @lutf/yant

print
(Visited 24 times, 1 visits today)

Shortlink: