Penyidik Polsek Gayungan Rekayasa Perkara Pidana

Surabaya, BeritaTKP.Com – Menanggapi Kanitreskrim yang akan melakukan surat Perintah Penghentian Penyidikan STTLP/286/B/XI/2017/JATIM/Restabes/Sek gayungan. Advokat dari Kantor Rastra Justitia Associates, angkat bicara,  ” Boleh-boleh saja kalau memang mau di SP3 kan, itu adalah domain dan kewenangan penyidik, nanti akan kita siapkan upaya Pra peradilannya, akan kita uji nanti dipengadilan sah atau tidak SP3 nya, kita tunggu untuk diSP3 kan perkara tersebut, karena jelas diatur dalam Pasal 1 angka 2 KUHP ini sudah penyidikan, tugas penyidik mencari dan mengumpulkan bukti sehingga terang  tindak pidananya, SP2HP saja baru dikirim sekali, lha kok ini malah Penyidik menakut nakuti pelapor masyarakat ini mencari keadilan bukan malah ditakut takuti, lantas kapan masyarakat bisa percaya dengan oknum-oknum seperti itu? Apakah ini yang dinamakan PROMOTER?? Rekan-rekan wartawan yang harus konfirmasi sesuai dengan tugasnya ,” Ujar Didi Sungkono.S.H

Dijaman sekarang, era reformasi bahkan Kapolri sudah mengeluarkan arahan terkait penyidikan yang harus PROMOTER ( Profesional,Modern, Terpercaya ) ternyata masih ada oknum penyidik yang bermental jaman jahiliyah, hal ini seperti yang dituturkan oleh Pelapor atas nama Siti Aisyah yang beralamat di Kabupaten Gresik Jawa Timur, “ Saya ini sekira bulan November 2017 lalu menjadi korban penipuan saudara Umar Faruk yang mengaku tinggal di Jagir Surabaya.

Kronologis singkatnya pada saat saya mau membeli rumah di wilayah Permata suci Gresik saudara Umar Faruk mengaku kenal baik dengan penjual dan bisa menjadi penghubungnya, dengan janji-janji yang manis serta tutur katanya yang halus Umar Farug meminta uang muka sebesar Rp. 50.000.000,- ( Lima Puluh Juta Rupiah )  yang akan diserahkan kepada penjual rumah tersebut, awalnya saya kurang percaya namun setelah dia menunjukkan kuitansi yang ditanda tangani Bapak Gilang ( penjual rumah ) akhirnya saya menyerahkan uang sebesar 50 juta tersebut ke Umar Faruk karena dia mengatakan Bapak  Gilang sudah menerima uang sebesar 50 juta darinya.

Baca Juga :  Polrestabes Surabaya Gelar Operasai Cipkon Bersama Jajaran Polsek Tambaksari

Lebih jauh Siti Aisyah menambahkan,” Selang sehari setelah uang tersebut diminta Umar Faruk saya bertemu Bapak Gilang untuk melakukan pembayaran kekurangannya, tapi alangkah kagetnya, saat pertemuan tersebut Bapak Gilang mengatakan tidak pernah menerima uang titipan uang muka sebesar 50 juta dari Umar Faruk, saat saya tunjukkan kuitansi yang diberikan Umar Faruk, Bapak Gilang mengatakan bukan dirinya yang menulis kuitansi tersebut dan Gilang juga menyatakan tidak pernah bertanda tangan apapun di kuitansi tersebut, saat itu juga saya telp handphonenya Umar Faruk terdengar nada panggil tapi tidak diangkat, karena merasa ditipu, saya laporkan polisi dan diberikan Surat Tanda laporan Polisi dengan No : STTLP/286/B/XI/2017/JATIM/Restabes/Sek gayungan,” Urainya.

Setelah beberapa bulan berlalu sekitar bulan Maret 2018 lalu saya dihubungi oleh Bapak Wisnu penyidik Polsek Gayungan Kota Surabaya yang memberitahukan bahwa Umar Faruk  tertangkap waktu itu, seingat saya hari jumat malam hujan sangat lebat dari Gresik saya beserta suami dan anak saya datang ke polsek gayungan untuk memastikan.  Ternyata memang benar yang ditangkap adalah terlapor, hari sabtu sore saya disuruh kembali oleh Pak Wisnu, diruangan Pak Wisnu menyampaikan kalau laporan Ibu Siti Aisyah ini lemah karena masalah komisi atau hutang jadi uang nya ibu dikembalikan sama Umar Faruk sebesar 35 juta, sisa kekurangannya yang 10 juta paling lambat 3 hari dari tanggal ini,” Kata Wisnu.

Lebih lanjut Siti Aisyah menuturkan,” Saya disodori beberapa lembar kertas untuk tanda tangan katanya pencabutan laporan . Bahkan saya juga ditakut takuti laporan saya tidak kuat, lebih baek dicabut saja, daripada nanti dilaporkan balik ibu bisa kena, saya juga sebagai penyidik juga bisa kena, karena Umar Faruk ini orang yang punya power kenal dengan petinggi petinggi polisi,” Kata Wisnu. “

Baca Juga :  Dispendukcapil Surabaya Gelar Operasi Yustisi Untuk Cegah Urbanisasi

Karena saya ketakutan akhirnya tanda tangan dengan terpaksa, sampai sekarang kekurangan uang 10 juta yang dijanjikan oleh Umar faruk dan Wisnu tidak pernah dikembalikan , setiap saya menghubungi ponsel Pak Wisnu tidak diangkat,” Urai pelapor. Menanggapi perkara tersebut wartawan melakukan upaya konfirmasi kepada Kanitreskrim Sek Gayungan Philips R Lopung,” Saya waktu itu hanya ketemu sebentar dengan pelapor dan terlapor, karena senin harus ke bogor untuk sekolah, jadi nanti kalau saya sudah dipolsek lagi kita ketemu saja, kalau menurut saya yaa akan dilakukan Upaya SP3 karena itu tidak cukup kuat buktinya, saat ditanya terkait dasar SP3, Kanit belum bisa menjelaskan. ( bersambung. Andrijanto/Arinta/Wawan ).

print
(Visited 20 times, 1 visits today)

Shortlink: