Usai Tewasnya 3 Warga Pacarkeling , Penjual Miras Oplosan Tertangkap

korban miras oplosan

Surabaya, BeritaTKP.Com – Tiga korban minuman keras oplosan yakni, Pramudji Arianto (49), Wahyudi (52) dan Samsul Hidayat (38). Yang merupakan  warga Pacar Keling Gg 4 Tambaksari, tewas seketika usai pesta miras. Ketiga korban diketahui tewas secara beruntun. Totok Pramudji Arianto tewas pukul 03.00 WIB,  Minggu (22/4/2018). Sedangkan Wahyudi dan Samsul tewas pukul 12.00 WIB.

Mendengar laporan tersebut, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya Senin (23/4) dini hari melakukan penelusuran. Pihaknya langsung memintai keterangan tiga orang warga yang diketahui ikut dalam pesta minuman keras.

Kapolsek Tambak Sari Surabaya Kompol Prayitno belum bisa memastikan penyebab kematian ketiga korban tersebut. Sehingga sebelum dimakamkan, korban bernama Wahyudi (52) dilakukan autopsi terlebih dahulu.

Berdasarkan keterangan dari salah satu warga bernama Fauzi, korban yang bernama Totok Pramudji Arianto sempat dilarikan ke RSU Dr Soetomo Surabaya pukul 01.00 WIB, karena muntah dan tidak sadarkan diri. Namun pukul 02.00 WIB nyawa korban tidak tertolong.

Dari hasil penyelidikan hingga Minggu (22/4) malam. Tiga tersangka berhasil diringkus adalah Kus (59), warga Oro-oro Gang 1 Pacar Keling Surabaya GT (47), warga Pacar Kembang Surabaya, serta Soe (54), warga Bulak Setro Utara Surabaya.

Baca Juga :  Banser Banyuwangi Bantah Culik Aktivis M. Yunus Wahyudi

Kepada penyidik, Soe (54) mengaku racikan minuman keras yang dijualnya terdiri dari bahan alkohol 95 persen ditambah sedikit air sulingan. Alkohol itu dibeli dari toko kimia.Ia menjual botol ukuran 600 mililiter seharga Rp25 ribu. Kus dan GT kemudian menjualnya kembali dengan mengambil keuntungan dua kali lipat, yaitu Rp50 ribu per botol.

Polisi juga berhasil menyita 274 botol plastik bekas kemasan air mineral tanpa label yang berukuran 600 mililiter. Botol-botol itu telah diisi minuman keras yang siap jual. Ketiga tersangka itu dijerat dengan Pasal 204 ayat (1) dan (2) Kitab Undang-undang Hukum Pidana, serta Pasal 140, 141 dan Pasal 142 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. @lutf

print
(Visited 40 times, 1 visits today)

Shortlink: