Jenazah Pelaku Ledakan Bom Gereja di Surabaya Ditolak Keluarga dan Warga Setempat

Banyuwangi, BeritaTKP.Com – Jenazah 6 pelaku teror bom tiga gereja di Surabaya sampai saat ini belum dimakamkan, karena pihak keluarga yang berada di Dusun Krajan RT 3 RW 16, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi menolak untuk memakamkan jenazah bomber tersebut di Banyuwangi.

Rusiono, yang merupakan kerabat Puji di Banyuwangi mengaku tidak menyangka bahwa keluarganya menjadi otak  pelaku bom gereja di Surabaya. “ Ya, seharusnya ikut dengan suaminya di Surabaya untuk dimakamkan, sudah lama saya tak berkomunikasi dengan Puji karena tak setuju dengan aliran yang dianutnya. Pihak keluarga juga sempat tak menyetujui pernikahannya dengan Dita di masa lalu. ” ujar Rusiono.

Kejadian bom bunuh diri tersebut, dinilai Rusiono telah mencoreng nama baik keluarga. Ia menegaskan tidak akan menerima jasad Puji pelaku bomber tersebut nantinya dimakamkan di Banyuwangi.

Sementara itu Kepala Desa Tembokrejo, Sumarto mengatakan pihaknya akan berkordinasi dengan pihak keluarga mengenai jenazah pelaku. “Jika keluarga menghendaki, kami siap membantu berusaha untuk menerima jenazah dikubur di sini. Sekarang tergantung pihak keluarga. ” pungkasnya.

Baca Juga :  Menjelang Pilkada Bojonegoro, Muserbang Kecamatan Ajak Seluruh Aparatur Penerintah

Rencananya, jenazah Dita akan dimakamkan di tempat pemakaman Tembok Gede, Tembok Dukuh, Surabaya. Namun sejumlah warga setempat dikabarkan tak setuju jika jenazah Dita dikuburkan di pemakaman tersebut.

Padahal orangtua Dita merupakan penduduk lama di Tembok Dukuh. “Saya masuk sini tahun 1990, itu keluarga Pak Dita sudah tinggal di sini,” ujar Ketua RT Abdul Hamid.

“Kami tetap menolak sebab, pelaku sudah meresahkan masyarakat Surabaya dan sekitarnya terkait peledakkan bom di tiga gereja” ujar salah satu warga.

Dita diketahui sudah lama tidak tinggal di wilayah Tembok Dukuh terakhir antara tahun 2010 dan 2011, kemudian sejak mempunyai dua anak, baru Dita pindah ke Rungkut.

“Saya hanya dengar bisik-bisik, ada warga yang tak mau Pak Dita dimakamkan di sini,” tutur Abdul Hamid. “Kalau saya pribadi hanya menjalankan amanah warga, tergantung keputusan rapat malam ini.”@Viki

print
(Visited 24 times, 1 visits today)

Shortlink: