Rastra Berkutu, Warga Balongpanggang Protes

Sidoarjo, BeritaTKP.Com – Pembagian jatah beras sejahtera (Rastra) kepada warga Desa Dapet Kecamatan Balongpanggang sempat menuai protes, hal ini dikarenakan raskin, kiriman Bulog Sub Divre Surabaya Utara tersebut kualitasnya buruk dan banyak kutu di dalam karung rastra.

Warga mendapat rastra produksi PT Seger Argo Nusantara, Jember, Minggu 31/7/2017 siang. Bulog Sub Divre Surabaya Utara memasok rastra sebanyak 3,4 ton untuk 229 kepala keluarga di Desa Dapet, Balongpanggang. Masing-masing kepala keluarga menerima 15 Kg.

Namun Senin pagi, warga penerima rastra beramai-ramai mendatangi Balai Desa Dapet. Mereka membawa karung beras rastra yang dibagikan sebelumnya dan diserahkan ke kepala desa. Kedatangan warga yang di dominasi ibu-ibu tersebut diterima Kepala Desa Dapet, Suyitno dan Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Siswadi.

Para penerima rastra mengungkapkan, beras yang dibagikan kondisinya buruk. Selain berwarna kuning, baunya apek, juga berjamur dan dipenuhi kutu. Warga kemudian membuka karung beras berlabel PT Seger Agro Nusantara. Hasilnya memang diketahui kualitas beras buruk, Dihadapan Kepala Desa dan KTNA, Darsih.

Menurut salah satu warga yang menerima beras tersebut mengungkapkan bahwa beras kali ini adalah beras terburuk yang pernah di terimanya, sebelumnya hal ini pernah terjadi pada Mei lalu dia juga menerima rastra buruk, namun pihak desa langsung menariknya.

Baca Juga :  Pengelolaan Keuangan Pemkot Blitar Diapresiasi Pemerintah Pusat

“Saya curiga karena bau berasnya cukup menyengat. Begitu saya buka kutunya loncat. Ini beras yang paling buruk yang pernah kami terima, Kami menuntut beras yang sudah dibagi ini ditarik kembali. Lebih baik kami tidak mendapatkan Rastra daripada harus makan beras yang tidak layak,” ujar warga.

Sementara itu  Kepala Desa Dapet, Suyitno berjanji akan menyampaikan hal ini kepada Bulog melalui Kecamatan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kasie Kesra Kecamatan agar segera menukar beras yang sudah di distribusikan tersebut.

Suyitno mengimbuhkan bahwa  pihaknya menyampaikan ke kecamatan karena pihak Bulog pernah mengintimidas dan Sopir truk Bulog mengungkapkan, jika rastra ada yang dikembalikan maka jatah berikutnya akan dikurangi.

Siswadi selaku Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik, meminta Bulog menarik beras yang rusak di Balongpanggang. Sebab dia menduga kondisi serupa juga dialami oleh desa lain. “Jangan sampai karena berburu harga murah, beras yang dibeli dari mitra kondisinya buruk sehingga masyarakat dirugikan. Tim sergap harus turun untuk menindaklajuti hal ini,”ujarnya. @HeriB

print
(Visited 37 times, 1 visits today)

Shortlink: