Dengan Dalih Menolong, Tapi ingin Menguasai Harta Orang

Surabaya,BeritaTKP – Selasa Malam sekitar pukul 19.00 telah datang seseorang ke Redaksi BeritaTKP untuk mengadukan permasalahan yang di hadapinya, Hari Purwanto .S.sos. warga Petiken,RT,009.RW,010 Kecamatan, Driyorejo,Gresik. terkait Sertifikat rumah yang di jaminkan piutang kepada Sudirman warga Perumahan Royal Residen Wiyung, berawal dari Harianto yang tersandung masalah Kredit dengan Bank Mandiri Jalan Kusuma Bangsa dan tidak bisa melunasi atau mengangsur lagi sehingga dia mencari pinjaman lagi .

Dengan bantuan Slamet warga Kebraon dengan di kenalkan Ibra warga Sidoarjo yang tak lain adalah anak buah Sudirman, pada Tanggal, 29/03/2016, Hari Purwanto diajak Sudirman ke Nota-ris Henrika Suwarti Sugiono SH.MKn  untuk menandatangani perjanjian utang  piutang akan tetapi surat perjanjian tersebut tidak di berikan kepada Hari Purwanto selaku peminjam, besoknya pada Tanggal, 30/03/2016 Hari purwanto diajak Sudirman ke Bank telah menjamin-kan sertifikat rumah kepada Sudirman sebesar Rp 150 juta dengan langsung dipotong bunga sehingga Hari Purwanto hanya menerima Rp 108 juta saja tanpa disertai tanda terima dari Sudirman maupun Notaris.

Dengan dalih meminjami uang Rp 150 juta dan menutup tunggakan Hari Purwanto dengan menjaminkan sertifikat tapi ada itikad bahwa Sudirman akan membalik Nama sertifikat tersebut dengan cara ingin menguasainya, padahal Hari Purwanto telah berusaha menebus serti-fikat namun Sudirman meminta tebusan Rp 210 juta , secara hukum baik Notaris maupun Sudirman telah melanggar UU No 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia.

Kepada pihak penjamin sertifikat Notaris maupun Sudirman tanpa memberi tanda terima baik yang asli maupun salinan foto copy untuk kepastian hukum perjanjian utang piutang dengan di saksikan minimal 2 saksi Hari Purwanto mengatakan ,’’sampai saat ini mas saya tidak diberi tanda terima maupun salinan foto copy perjanjian utang – piutang dan tiba -tiba Pak Sudirman akan balik nama sertifikat yang saya jaminkan ke Dia (Sudirman-red) ,’’di situlah ada celah bahwa Hari Purwanto menjadi korban penipuan dengan dalih meminjam uang dengan jaminan sertifikat rumah tapi dengan sengaja Sudirman akan membalik Nama sertifikat tanpa sepengetahuan Hari Purwanto. @Red.