20 tahun Tuntutan Untuk Dua Kurir sabu 2,8 Kg

zazazaSidoarjo, beritaTKP.comTerdakwa Revin (30) warga Kelurahan Babakan Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor dan Hendri Hidayat (39)warga Kelurahan Gunung Sahari Kemayoran Jakarta Pusat,tidak bisa menahan tangis ketika jaksa penuntut umum (JPU), membacakan tuntutan untuk kedua terdakwa.

Kedua tersangka terkena tuntutan 20 tahun penjara dan terkena denda Rp. 1 miliar dengan subsidi 1 tahun penjara.

JPU Kejari Sidoarjo, Hendrawan SH mengatakan kedua tersangka telah terbukti dan mengakui memiliki dan mengedarkan narkoba seberat 2,8 Kg.

Kedua tersangka telah melanggar Pasal 113 ayat 2, dan Pasal 132 ayat 1 Undang- Undang RI nomor 35 tahun 2009, Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Jaksa mempertimbangkan hal yang untuk memberatkan kedua tersangka di karenakan tidak membantu dalam program pemerintah dalam pemberantasan narkoba, dan hal yang meringankan kedua tersangka, tersangka mengakui perbuatannya.

Kedua terdakwa membacakan pledoi seusai berkonsultasi dengan penasehat hukum Pos Bantuan Hukum, Diah Kusuma Ningrum yang mendampingi persidangan tersebut.

“ saya mohon ringankan hukuman saya, karena saya sudah mengakui perbuatan saya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini,”ujar terdakwa Revin.

Baca Juga :  Cabuli Gadis 9 Tahun, Kakek 60 Tahun Terancam Habiskan Masa Tua Di Penjara

Begitu sebaliknya terdakwa Hendri Hidayat pun menyampaikan hal yang sama.

Kedua tersangka di tangkap di tempat yang berbeda, tersangka Revin di tangkap pada saat ingin mengambil paket charger dan LED yang berisi sabu seberat 2,8 Kg di Herena Express, Bogor sedangkan tersangka Hendri Hidayat di tangkap di Taman Kopi , Bogor Jawa Barat.

Informasi yang di dapatkan barang tersebut ingin di antar tersangka Revin ke tersangka Hendri Hidayat.

 Kasus tersebut terungkap pada 17 febuari 2016 silam oleh Polres Sidoarjo, kedua tersangka adalah kurir narkoba jaringan internasional.

 “Persidangan akan di lanjutkan minggu depan dengan agenda keputusan,” ujar Zaeni SH, Ketua Majelis Hakim.                                @fanny

print
(Visited 62 times, 1 visits today)

Shortlink: