Ternyata Banyak Kandungan Bebahaya Dalam Air Sungai Di Surabaya, Pemancing Harus Lebih Waspada

Surabaya, BeritaTKP.Com –Beberapa tahun ini sungai sungai di surabaya khususnya yang berada di pusat pusat kota telah bersih dan jauh dari tumpukan samapah , hal ini membuat tampilan wajah surabaya menjadi lebih bersih dan enak untuk dipandang.

Namun masih saja pencemaran sungai di Surabaya tak bisa di hindari, bahkan  Pemerintah Kota Surabaya mengakui kualitas air sungai Surabaya mulai Kalimas, Jagir Kali Suroboyo, masih di bawah standar baku mutu, hal ini dikarenakan adanya penyebab pencemaran air sungai tersebut yakni limbah domestik seperti detergen dan limbah pabrik.

Menurut penelitihan air sungai di surabaya mengandung chemical oxygen demand (COD) dan biological oxygend demand (BOD) yang tinggi, sehingga bisa dibilang bahwa kualitas air yang ada di sungai surabaya sangatlah tercemar.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Musdiq Ali Suhudi mengungkapkan  “Kami akui dengan status sungai kelas dua, sungai kita memang masih di bawah standar baku mutu. Padahal air ini juga yang dijadikan air baku untuk PDAM Surya Sembada,” ujarnya, ia juga menambahkan bahwa penyebab pencemaran sungai tertinggi adalah limbah rumah tangga.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya melakukan sungai, menertibkan bangunan liar di sempadan dan memberantas helikopter sungaiPemkot mengupayakan pemberantasan helikopter dengan mengubah hadap muka rumah warga di pinggir sungai agar menghadap ke sungai dan membuatkan jamban dalam rumah, selain itu pemkot juga aktif melakukan pengambilan sampel di tiga titik di Surabaya.

Beberapa hari yang lalu juga dilakukan aksi Indowater Cop yang bertujuan ingin agar pemerintah bisa lebih perhatian dan mau serius memandang permasalahan pencemaran sungai ini, Riska Darmawanti selaku Koordinator Nasional Indowater Community of Practice mengungkapkan bahwa sungai Surabaya mengandung polutan tinggi dan warga yang suka memancing di sungai Surabaya diharapkan lebih waspada.

Dalam kegiatan tersebut Koordinator Nasional Indowater Community of Practice juga menghimbau bagi warga yang sering memancing di sungai surabaya, sebab ikan wader, mujaer, nila dan beberapa jenis ikan yang ada di sungai Surabaya berpotensi mengandung bahan polutan tinggi akibat hidup di sungai yang tercemar, pencemaran ini dibuktikan dengan kandungan plastik 420 nanogram per gram sampel, padahal seharusnya tidak ada apalagi ini ukurannya sudah nanopartikel selain itu terdapat juga ada kandungan pestisida organoklorin, serta limbah deterjen.

Zat ini mendorong produksi estrogen yang besar, dibuktikan dengan adanya penemuan ikan banci atau berkelamin ganda yang ada di Kalimas, ditemukan ikan banci dimana ikan jantan tapi bisa memproduksi sel telur ibarat manusia, pria bisa menstruasi dan jika dimakan oleh manusia dampaknya bisa bahaya dalam jangka panjang, bahkan 30% ikan yang berada di sungai surabaya adalah ikan banci.

Kandungan dalam zat tersebut bisa mengganggu hormon dengan tiga cara yaitu mengubah sistesa atau degrafasi hormon, menyerupai hormon seks, dan memodifikasi hormon dan reaksinya bisa mengganggu sistem repoduksi manusia, menurunkan kualitas sperma, menyebabkan kanker payudara dan kanker testis.

Lantaran ukuran zat pencemar yang sudah dalam ukuran nanopartikel, zat tersebut bisa tertimbun di tali pusar dan plasenta, sehingga jika ibu mengandung dan tercemar zat ini bisa berpengaruh ke kondisi anak bahkan ada penelitian yang menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik, autisme, dan impotensi,dan dalam aksi kali ini pihaknya juga ingin Pemerintah Kota dan Pusat lebih perhatian lagi terhadap limbah dan sampah yang mencemari. @jep

Sebarkan Berita