Demi Tebus Sepeda Gadaian, Pelajar Kelas 10 SMA Nekat Jadi PSK, Bisa Main 7 Kali Dalam Sehari

Surabaya, BeritaTKP.Com –Siapa sangka seorang PSK bertubuh mungil dan berambut pirang masih berumur 15 tahun, sebut saja mawar, gadis yang masih sekolah kelas 10 di salah satu sekolah menengah ada di surabaya ini menjadi korban porstitusi, gadis 15 tahun tersebut menjadi korban asusila, oleh seorang mucikari di kawasan eks Lokalisasi Sememi Surabaya yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Praktek perdagangan orang yang mengambil keuntungan dengan mengeksploitasi seksual anak di bawah umur terbongkat setelah adanya informasi yang diketahui oleh masyarakat dan dilaporkan kepasa petugas kepolisian, masyarakat melaporkan bahwa adanya gadis di bawah umur yang menjadi PSK di wisma setia kawan yang berada di sememi.

Dan dari adanya informasi tersebut petugas langsung melakukan penggerebekan di wisma setia kawan yang berada di kawasan eks Lokalisasi Sememi Surabaya, dalam penggerebekan tersebut petugas mendapati seorang lelaki hidung belang bernama Kamid (34) asal Dusun Jubleg, Desa Gerih, Ngawi, yang tengah asyik menikmati tubuh Mawar di sebuah kamar wisma tersebut dan mengetahui hal tersebut Kamid pun diamankan ke Mapolrestabes Surabaya, guna menjalani penyidikan lebih lanjut.

Namun sangat disayangkan dalam penggerebekan tersebut mucikari yang telah menawarkan mawar kepada lelaki hidung belang tersebut berhasil melarikan diri saat penggerebekan tersebut, sedangkan Kamid yang diamankan petugas langsung di bawa ke kantor polisi beserta Mawar.

Saat petugas melakukan pemeriksaan kepada Kamid, pria yang bertempat tinggal di kost di Jalan Yos Sudarso 25 Medaeng Sidoarjo tersebut mengaku bahwasanya dirinya tidak mengetahui jika Mawar ternyata masih di bawah umur, sebab sang mucikari kepada dirinya mengatakan bahwa Mawar masih baru dan usianya 25 tahun. Kamid mengaku, selain cantik, tarifnya juga sangat murah, yakni hanya sebesar Rp 160 ribu.

AKBP Shinto Silitonga selaku Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan tersebut Mawar sendiri mengaku bahwasanya           dirinya masih baru 4 hari di wisma Setia Kawan, dan juga masih berstatus siswa kelas X di sebuah SMA di Surabaya, ia terpaksa menjadi PSK lantaran dirinya sedang kepepet dan membutuhkan uang untuk menebus motornya yang digadaikan.

Lebih mirisnya lagi Mawar mengaku bahwa dari hasil pelayanan seks tersebut, Mawar hanya dibayar Rp 70 ribu oleh mucikarinya untuk sekali main, ia mengakui juga bahwa dirinya bisa melayani pria hidung belang hingga 7 kali dalam sehari, untuk saat ini petugas terus memperdalam kasus ini dan terus mencari mucikasi yang saat ini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). @lutfi