Tim Anti Bandit Jaring Komplotan Spesialis Pembobol Toko

Surabaya, BeritaTKP.Com – Komplotan spesialis pembobol toko di sejumlah kawasan di Surabaya berhasil di bekuk oleh Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya dan petugas berhasil menangkap enam orang pelaku pembobolan tersebut dan dari enam orang pelaku yang diamankan, seorang di antaranya masih berusia belia.

Kelima tersangka yang berhasil di bekuk tersebut yakni M Fatoni (37) warga Jalan Wringin Kurung Jata I/8 Menganti Gresik yang tidak lain adalah dalang dari komplotan pembobol toko,  Sedangkan anggota komplotan lainyanya adalah Rahmat Hidayat (20) ,  M Robby (42) , Choirul Anwar (30) dan satu pelaku yang masih berusia dibawah umur yakni MY yang usianya masih 16 tahun  Keempatnya merupakan warga Jalan Kenjeran Gang IV C.

Bahkan di antara keenam pelaku pencurian atau pembobolan toko tersebut satu diantaranya lagi adalah seorang wanita yakni, Suirah(33) ibu dari tersangka MY, ia ikut di tangkap lantaran juga menikmati uang hasil curian tersebut. Saat mengetahui anaknya MY terlibat dalam pembobolan toko, Suirah sempat menasihatinya. Dia melarang MY melakukan pencurian, namun MY bandel. Suirah terseret kasus anaknya karena dia menerima uang hasil kejahatan yang diperoleh MY. Setelah rutin mendapatkan uang dari MY, Suirah mulai menerima pekerjaan anaknya itu

Sebelum menjalankan aksinya, kelima tersangka dibantu empat pelaku lain yang masih dalam pengejaran mereka melakukan survei terlebih dahulu untuk menentukan toko mana yang akan dijadikan target mereka biasanya berpencar dengan berbocengan mengendarai sepeda motor untuk mencari sasaran dan target komplotan ini adalah toko-toko yang sudah tutup, sehingga mereka bisa beraksi pada sore atau malam hari.

Saat mendapatkan sasaran komplotan ini berkumpul di sekitar Kenjeran untuk merencanakan aksinya berbagai peralatan, mulai dari kunci T, linggis hingga mobil pikap, Mobil tersebut yang mereka gunakan untuk menganggkut barang-barang hasil curian dan setelah emuanya siap, mereka berangkat beberapa anggota naik mobil, lainnya mengendarai sepeda motor.

Sesampainya tiba di lokasi, mereka membagi tugas pelaku yang mengendarai sepeda motor berjaga di sekitar lokasi sedangkan Fatoni dan dua tersangka lain yang masuk ke dalam toko dengan cara merusak kunci gembok menggunakan linggis dan saat mereka berhasil merusak gembok rolling door, mereka menguras habis semua barang di toko tersebut tak hanya uang dan barang elektronik, mereka juga membawa beras dan kebutuhan pokok lain hingga kemudian mereka mengangkutnya dengan menggunakan mobil pikap yang di bawanya.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima ada laporan kasus pembobolan toko di Jalan Sambikerep Nomor 38. Saat itu, penjaga took, Winarti kaget saat akan membuka toko, kunci toko sudah rusak. Setelah diperiksa sejumlah barang dan uang sekitar Rp 100 juta raib. Kemudian dia bersama pemilik toko melaporkan kasus ini ke Polsek Lakasantri. Setelah menerima laporan itu, anggota dan Tim Anti Bandit langsung menuju ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Dan dari hasil olah TKP itu, petugas mendapati rekaman CCTV yang terpasang di toko. Dari rekaman CCTV itu, petugas akhirnya berhasil mengidentifikasi para pelaku berikut pikap yang digunakan untuk melakukan aksinya setelah berhasil diidentifikasi, polisi menangkap Khoirul Anam dan Robby. Dari kedua tersangka ini, akhirnya keempat pelaku termasuk Suirah berhasil diringkus. Polisi melumpuhkan kaki Khoirul dan Robby lantaran mencoba melawan dan kabur saat diminta untuk menunjukkan lokasi komplotannya.

Fatoni mengaku bersama komplotanya mereka sudah melakukan aksi pembobolan di delapan lokasi. Tujuh lokasi di kawasan Surabaya, satu lagi di sebuah toko di Jalan Driyorejo Gresik. Dari tujuh lokasi di Surabaya, empat lokasi berhasil diidentifikasi, yakni di Jalan  Sambikerep, Jalan Raya Karangan Wiyung, Jalan Mulyosari dan minimarket di Jalan Kapasari. Ia juga menjelaskan komplotannya tidak sembaranggan saat memilih toko. Sebab targetnya adalah toko yang ramai dan di dalamnya terdapat barang-barang berharga. Menurutnya, hasil pembobolan komplotannya tidak pernah sedikit. Yakni berkisar Rp 50 hingga Rp 100 juta untuk satu toko.

Dari penangkapan tersebut petugas tak hanya mengamankan keenam pelaku melainkan juga mengamankankan sejumlah barang bukti yakni dua unit sepeda motor, satu unit mobil pikap, empat buah handphone, kalung, cincin dan liontin emas, dua unit TV LED dan uang Rp 2 juta hasil kejahatan. @red