Lombok- Timur: BERITA- TKP. COM – Soliditas TNI Polri kembali ditunjukkan pimpinan TNI Polri di Kabupaten Lombok Timur dengan mengunjungi Kompi III Yon B Brigade Mobil (Brimob) Polda NTB di Desa Denggen Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur, Jumat (23/9/2022).

Pada Jumat minggu lalu, kedua pimpinan TNI Polri yakni Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Amin Muhammad Said, SH., bersama Kapolres Lotim AKBP Hery Indra Cahyono menyempatkan diri berkunjung ke Kompi Bantuan Yonif 742/SWY di Kecamatan Pringgabaya.

Kehadiran Dandim 1615/Lotim bersama Kapolres Lotim disambut hangat Danki III Yon B AKP Budi Marjoko bersama anggota di Mako Kompi.

Kesempatan yang baik itu dimanfaatkan Dandim 1615/Lotim dan Kapolres untuk bertatap muka dengan anggota Kompi Brimob Polda NTB di Aula Kompi.

“Alhamdulillah sampai saat ini TNI Polri khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Timur sangat solid dan selalu bersama dalam menjaga keamanan wilayah,” ungkap Dandim.

Dijelaskannya, kolaborasi TNI Polri di daerah sangat efektif dalam menangkal setiap gangguan terutama terkait dengan Kamtibmas dengan mengedepankan Babinsa dan Babinkamtibmas yang bertugas di desa.

“Kabupaten Lombok Timur menjadi barometer NTB mengingat mayoritas penduduk NTB ada di Lombok Timur,” ujarnya.

Untuk itu, Amin berharap Soliditas dan sinergitas TNI Polri yang sudah terbangun dengan baik agar dijaga dan ditingkatkan sehingga NTB khususnya Lombok Timur tetap aman dan kondusif.

Amin juga berpesan agar jangan mudah terprovokasi oleh isu ataupun informasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. “Hati-hati terhadap proxy war yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres Lotim mengingatkan untuk menjalin komunikasi, koordinasi dan kerjasama baik dengan Polres, Kodim maupun instansi terkait sehingga dalam pelaksanaan tugas berjalan aman dan lancar.

Dipaparkan Hery sapaan akrab Kapolres, tahun 2024 Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi baik Pileg, Pilpres maupun Pilkada yang dilaksanakan secara serentak dan tahapan-tahapannya sudah dimulai.

Hal itu, menurutnya, pasti memiliki potensi kerawanan yang harus dipantau dan diantisipasi. Untuk ia mengajak untuk membangun komunikasi dan bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat sehingga setiap gangguan Kamtibmas di wilayah akan dapat diselesaikan dengan baik,” Bebernya(ERS)