Surabaya, BeritaTKP.com – Daerah Suramadu sisi Surabaya banyak warkop-warkop menyajikan beberapa jenis makanan dan minuman tetapi dengan adanya warkop tetsebut, pihak instansi pemerintah di wilayahnya kurang adanya pengawasan yang ketat.

Masyarakat sekitar pun sangat keberatan dan resah, apalagi di wilayahnya tergolong masyarakat yang agamis (Religi) sehingga akan dapat mempengaruhi wilayahnya.

Seperti penemuan masyarakat sekitar bahwa adanya salah satu warkop menjual minuman keras (Miras) yang berkedok warung kopi, bahkan menyediakan musik karaoke.

“Betul mas, sebelumnya saya tidak percaya, tapi malam itu, saya sendiri yang datang ke warkop tersebut untuk sekedar minum di sana. Tetapi sewaktu saya mencoba memesan Miras  langsung disediakan dengan harga perbotol Rp 50.000,-. Tapi mas anehnya di tempat itu ada larangan untuk minuman keras.” ujar warga setempat yang tidak mau namanya dipublikasiakan kepada awak media. (24/9/2022).

Atas dasar laporan warga tersebut, awak media mencoba melaporkan dan konfirmasi kepada Lurah setempat agar menindaklanjuti atas penemuan warkop yang menyediakan Miras di wilayahnya.

Lurah Tambak Wedi Dody Samsuddin, SH mengatakan bahwa setiap kita mengadakan patroli, sepengatahuan saya tidak adanya kedapatan barang bukti sama sekali terhadap warung-warung tersebut.

“Apa memang betul ta mas di sana ada menjual Miras, takutnya saya patroli bersama rekan saya sendiri itu ketahuan sama pihak warung tersebut, kemungkinan barang bukti langsung disimpan mas.” ujar Lurah

Pihak Lurah sendiripun menyarankan untuk melaporkan ke pihak Polsek Kenjeran Surabaya untuk melakukan patroli dan melakukan tindakan.

Selanjutnya saat dikonfirmasi ke Polsek Kenjeran, Kanit Reskrim Polsek Kenjeran AKP Suryadi mengatakan mengenai penemuan tersebut pihaknya akan mencari informasi kebenarannya dan akan segera ditindak lanjuti bersama Bhabinkamtibmas.

“Di cek dulu mas, soalnya kemarin saya sudah koordinasi sama Bhabinkamtibmas, agar di Patroli dan di cek, nanti malam Minggu biar di Patroli lagi Nggih matursuwun mas” ucap AKP Suryadi.

Saat awak media mencoba konfirmasi kembali melalui WhatsApp kepada Lurah Tambak Wedi, apakah sudah ditindaklanjuti, Beliau menjawab, “Maaf mas berkasnya dicari, masih belum ketemu dan kunci lemari ada yg belum ketemu.” ucap Lurah.

Dengan adanya jawaban dari Lurah tersebut, berarti ada dokumen perijinan dari pihak kelurahan dan sewaktu dikonfirmasi lagi. Apakah warkop disekitar sana itu mendapatkan perizinan, jawabannya sangat beda. Terus ada apa ini ?..

“Di kelola sama paguyuban PKL Suramadu dan mengenai jawaban kemaren itu salah kerem, maklum mas masalah keluarga, bingung.” ucap Dody.

Sungguh sangat disayangkan kenapa jawaban dari Lurah itu berbeda, sedangkan awak media jelas mempertanyakan masalah warkop tersebut.

Dalam hal ini masyarakat berkeinginan untuk menindak lanjutin atas penemuan ini supaya warkop-warkop di sekitar lokasi tepatnya dipinggir pantai Suramadu setidaknya tidak menyediakan minuman keras, takutnya akan menjamur ke warkop lainnya.

Masyarakat juga menghimbau kepada instansi terkait khususnya pihak Pemkot Surabaya agar adanya warung yang menyediakan  minuman keras (Miras) tersebut, segera ditindak dan kalau perlu ditutup, supaya tidak meresahkan masyarakat di sekitar.

“Kalau tidak ada tindakan, warung-warung di sini akan menjamur untuk menyediakan Miras, terus apa masyarakat yang harus bertindak, sedangkan instansi pemerintah gimana. Sebab dimana ada Miras, pasti nantinya akan ada keributan. Tolong dari pihak Pemerintah untuk menindak lanjuti masalah ini, jangan sampai masyarakat yang turun.” tegas warga

Sampai berita ini diturunkan, warung tersebut masih terbuka (Berjualan) secara normal dan satu hal lagi yang perlu ditanyakan, apakah pihak terkait sudah melaksanakan tindakan atau penyelidikan dan pengawasan terhadap warung tersebut, sedangkan masyarakat sudah ada yang melaporkan. (Tim)