MALANG, Berita TKP. Com – Peternakan babi di Dusun Dermo, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tetap beroperasi meskipun disinyalir kuat belum mengantongi ijin dari pemerintah.

Keberadaan peternakan tanpa ijin pemerintah ini diketahui media pasca terciumnya aroma tidak sedap yang diduga bersumber dari limbah dari kawasan peternakan hewan yang berada tepat di pinggiran anak Kalimetro Malang ini.

Seperti dikatakan oleh salah seorang warga setempat, sebut saja Korat (nama tidak disebutkan/disamarkan-red) dalam investigasi tim media mengatakan cukup terganggu dengan keberadaan tempat ini lantaran aroma limbah kotoran hewan yang cukup menyengat saat musim hujan.

“Terganggu, tapi mau bagaimana. Kita nggak berani. Nanti malah sesama tetangga yang jadi saling berbenturan,” kata warga yang enggan memberi tahu namanya ini.

Warga Dermo ini kepada media mengungkapkan, jika aroma tidak sedap yang bersumber dari peternakan babi ini juga dirasakan hingga jarak ratusan meter.

“Sampai jarak sekitar 300 meter sampean masih bisa nyium bau limbahnya mas,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mulyoagung, Suheri, saat dikonfirmasi media pada Senin, (26/09/2022) membenarkan keberadaan peternakan babi yang berada di tengah pemukiman penduduk di Dusun Dermo, Desa Mulyoagung ini.

“Dulu sebelum saya menjadi Kades (Kepala Desa), isu ini sempat mencuat karena ada penolakan warga. Tapi, setelah itu tempat ini kembali beroperasi lagi,” terang Suheri.

Petinggi Desa Mulyoagung ini menerangkan, terkait penyelesaian persoaln peternakan babi di tengah pemukiman warga di Dusun Dermo ini selalu mengalami kebuntuan dan tidak/ belum menemui solusi hingga saat ini.

“Dulu memang sering ditegur warga. Biasanya kalau musim hujan begini hewan ternaknya dikirim ke daerah Pujiharjo sehingga kalau ditegur, katanya tinggal sedikit, tinggal sedikit dan tinggal sedikit,” bebernya.

Sementara pemilik peternakan yang dikeluhkan warga ini, SR (72) menjelaskan bahwa usahanya sudah digeluti hingga puluhan tahun lamanya.

Ia menolak memindahkan kandangnya jika pemerintah kecamatan Dau tidak bisa menyediakan tempat yang baru untuk usaha ternaknya.

“Saya jalankan usaha ternak babi ini sudah 35 tahun di Dermo, semua baik-baik saja, jadi kalau ada warga di luar Dermo yang mencoba mengutik-ngutik usaha saya, ya kita tarung saja, “bebernya kepada awak media. (Imam/Red)

Bersambung…