Motor curian pelaku yang berhasil diamankan.

Sumenep, BeritaTKP.com – Satreskrim Polres Sumenep tangkap ZR (24), warga Desa payudan Dungdang, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, dengan tuduhan sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). “Tersangka ditangkap di rumah RH, di Kelurahan Ladu Kulon, Kecamatan Tegal Siwalan, Kabupaten Probolinggo,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Kamis (29/09/2022) kemarin.

Penangkapan ZR berawal dari laporan masyarakat yang mengaku teleh kehilangan sepeda motornya. Warga pertama yang mengadu adalah Lukman Hakim, Lukman Hakim, warga Desa Payudan Dungdang Kecamatan Guluk-guluk, kemudian A. Rudi Wahyudi, juga warga Desa Payudan Dungdang. Selain itu, beberapa warga yang lain juga mengaku telah kehilangan sepeda motor.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, Satreskrim Polres Sumenep bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan di Kecamatan Guluk-guluk. lalu, Tim Resmob mendapatkan Informasi dari masyarakat bahwa di rumah ZR, di Dusun Lamojang Barat, Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-guluk, terdapat beberapa sepeda motor yang diduga hasil pencurian.

“Tim Resmob pun melakukan penggeledahan terhadap rumah milik ZR. Setelah dilakukan penggeledahan, ternyata benar di rumah ZR terdapat 5 sepeda motor yang diduga sebagai hasil tindak pidana pencurian,” ungkap Widiarti.

ZR, pelaku pencurian sepeda motor.

Selanjutnya Tim Resmob pun melakukan penyelidikan terhadap keberadaan ZR. Dari hasil penyelidikan, didapatkan informasi bahwa ZR berada di sebuah rumah di Dusun Krintingan, Kelurahan Ladu Kulon, Kecamatan Tegal Siwalan, Kabupaten Probolinggo.

“Petugas pun melakukan penangkapan tersangka di Probolinggo. Tersangka ZR kemudian dibawa ke Polres Sumenep untuk proses lebih lanjut,” ujar Widiarti.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 5 sepeda motor sebagai barang bukti, diantaranya Yamaha Nmax, Yamaha Mio J, Yamaha Aerox, Honda Beat warna Merah Putih, dan Yamaha R15 warna Biru Putih.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” terang Widiarti. (Din/RED)