Probolinggo, BeritaTKP.com – Tim gabungan berisikan Satpol PP, Polres Probolinggo Kota dan Bea Cukai, gelar Operasi Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal dengan menargetkan 4 lokasi di Kota Probolinggo, Kamis (29/9/2022) kemarin. Dari empat toko yang di hampiri, petugas mendapati dua toko yang menjual rokok tanpa cukai berbagai merek. Ribuan batang rokok ilegal tersebut pun kemudian disita oleh petugas.

Tim gabungan saat satroni salah satu toko target BKC.

Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman mengatakan, petugas menyasar toko di Jalan Pahlawan, Terminal Bayuangga, toko di Jalan Cokroaminoto dan toko di Kelurahan Mayangan. Total rokok tanpa cukai yang diamankan sebanyak 61 bungkus atau 1.220 batang.

“Ketika ada laporan deteksi dini, kami tindak lanjuti bersama tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi yang sudah ditarget. Ternyata benar di dua toko kami menemukan beberapa merek rokok tanpa dilengkapi cukai yang legal,” katanya. 

Suryaman mengatakan di toko Jalan Pahlawan, Kelurahan Tisnonegaran, petugas menyita rokok tanpa cukai yang disimpan oleh pemiliknya di bawah etalase. Rokok yang diamankan merek Respect 2 bungkus, Aswad 3 bungkus, Djaran Goyang 1 bungkus, Pasti Pas 2 bungkus, Seven Hitam 2 bungkus, Seven Biru 2 bungkus, Sinar Purnama 2 bungkus, SP 86 1 bungkus, dan DT 1 bungkus.

Sedangkan di toko yang masuk wilayah Kelurahan Mayangan ditemukan rokok merek Premier Menthol 22 bungkus, Grand Premium 15 bungkus, Dalil 5 bungkus, dan Seven 3 bungkus. Sementara di tempat sasaran lainnya nihil temuan.

“Operasi gempur rokok ilegal ini bertujuan untuk menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Kota Probolinggo. Sekaligus kami mengamankan penerimaan negara. Akan kami tingkatkan terus sosialisasi dan operasi semacam ini,” paparnya. 

Barang bukti ribuan rokok ilegal disita oleh tim penindakan dan diserahkan ke Bea Cukai Probolinggo. Untuk pemilik akan diproses di kantor Bea Cukai untuk dimintai keterangan sekaligus pembinaan. (Din/RED)