Anggota Satpol PP Pasuruan Di Tangkap Setelah Melakukan Aksi Penipuan Dengan Mengaku Bisa Masukkan Orang Jadi Polisi

Gresik, BeritaTKP.Com – Bambang alias SBA (33), seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan kini harus merelakan jabatanya sebagai satpol PP tersebut dan menukarkanya dengan pengapnya jeruji sel tahanan penjara Polres Gresik.

Hal tersebut dikarenakan ia telah melakukan penipuan dengan cara meminta uang Rp 330.400.000,- dan menjanjikan akan memasukkan Hendra Muliana (19) anak dari Arifin (45), warga Sumber Delik, Kecamatan Benjeng, Gresik menjadi anggota polisi berpangkat bripda.

Iptu Agung selaku Kanit Tipiter Satreskrim Polres mengungkapkan bahwa modus operandi yang dilakukan tersangka adalah mengaku kenal dengan seorang anggota polisi yang bernama Edi di Polda Jatim yang berpangkat Kombes. “Saat kami lakukan pemeriksaan tersangka hanya anggota Satpol PP Pasuruan,”

Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim buser Satreskrim Polres Gresik, ia ditangkap oleh petugas saat berada di rumahnya dan saat sedang meminta uang  tambahan sebagai persyarat agar bisa lulus mengikuti pendidikan polisi.

Kasus ini terbongkar setelah Arifin (45), warga Sumber Delik, Kecamatan Benjeng, Gresik melaporkan bahwa dirinya telah tertipu oleh seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan dengan berdalih bisa memasukan putranya menjadi anggota polisi, hingga ia mengeluarkan sejumlah dana yang lumayan besar.

Berawal saat korban Arifin ditawari tersangka bisa memasukkan anak korban menjadi anggota polisi asal membayar dengan uang. Setelah terjadi transaksi, sebagai syarat pertama. Korban dimintai uang sebesar Rp 10 juta sebagai penghubung kenalannya di Polda Jatim. Selanjutnya, tersangka yang mengaku kenal dengan salah seorang anggota polisi di Polda Jatim dengan menyebut nama Edi yang berpangkat Kombes.

Dalam penyerahan uang Rp 10 juta tersebut diserahkan sewaktu saat pelaku berada di rumah korban dan setelah dibuatkan kuitansi pembayaran selanjutnya, tersangka mengajak anak korban untuk menjalani chek up di salah satu klinik di dr Edi Pasuruan dan seusai menjalani chek up, tersangka menyakinkan korban bahwa anaknya memenuhi persyaratan sebagai anggota polisi, mengetahui bisa diterima menjadi polisi, tersangka meminta tambahan uang kepada korban Rp Rp 4 juta, dan 150 juta dengan cara diangsur secara bertahap.

Setelah itu tersangka menyuruh anak korban mengikuti tes seleksi anggota polisi di Polda Jatim namun, setelah menjalani tes anak korban tidak lulus dan mengetahui anak tidak lulus, korban mengontak tersangka tapi, oleh tersangka dijawab nanti akan dipanggil oleh panitia pendaftaran brigadir anggota polisi pada saat tes pantukir bahkan, dalam kesempatan itu juga tersangka malah meminta uang lagi ke korban secara bertahap kurang lebih mencapai Rp 330.400.000, dengan pembayaran tunai maupun transfer atas nama tersangka dan tetap saja anak korban tetap tidak lulus.

Dan uang hasil penipuan yang dilakukan tersangak sebagian sudah dikembalikan ke korban sedangkan sisanya, dipakai untuk berfoya-foya oleh pelaku, kini atas perbuatannya itu pelaku di jerat tersangak dengan pasal 378 KHUP dengan ancaman 5 tahun penjara. @red

Sebarkan Berita